WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan kembali menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari hingga 6 April 2026, di tengah klaim adanya kemajuan dalam proses perundingan antara kedua pihak.
Keputusan tersebut diambil setelah Trump menyebut bahwa pemerintah Iran meminta penundaan guna memberi ruang bagi kelanjutan dialog. Namun hingga kini, otoritas Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Trump sempat menetapkan tenggat serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada akhir Maret 2026. Penundaan terbaru ini menjadi kali kedua setelah sebelumnya batas waktu juga telah diundur beberapa hari.
“Pembicaraan sedang berlangsung dan, meskipun ada pernyataan keliru yang bertentangan dari media ‘Fake News’ dan pihak lainnya, semuanya berjalan sangat baik,” tulisnya di Truth Social, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Jumat, (27/03/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme dari pihak AS terkait jalannya komunikasi diplomatik, meski belum ada kejelasan mengenai hasil konkret dari negosiasi yang berlangsung.
Situasi ini turut menjadi perhatian internasional mengingat potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah apabila rencana serangan benar-benar dilakukan. Penundaan ini dinilai membuka peluang bagi jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan yang telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Hingga kini, perkembangan lanjutan dari pembicaraan antara AS dan Iran masih dinantikan, termasuk kemungkinan tercapainya kesepakatan yang dapat mencegah konflik terbuka. []
Redaksi05

