Iran Klaim Serang USS Abraham Lincoln, AS Bantah Ada Serangan

Iran Klaim Serang USS Abraham Lincoln, AS Bantah Ada Serangan

Bagikan:

LAUT ARAB – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah klaim serangan rudal yang diarahkan ke kapal induk USS Abraham Lincoln pada Rabu (25/03/2026) muncul dari pihak Iran, sementara AS menyatakan cedera yang dialami salah satu pelautnya tidak berkaitan dengan pertempuran.

Pernyataan dari pihak Iran menyebutkan rudal jelajah yang diluncurkan menargetkan kapal induk milik AS tersebut hingga memaksa perubahan posisi di laut. Klaim ini sekaligus disertai ancaman serangan lanjutan terhadap armada AS yang berada dalam jangkauan sistem persenjataan mereka.

“Rudal jelajah Qader Angkatan Laut Iran (rudal anti-kapal berbasis darat) menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln milik AS dan memaksanya mengubah posisinya,” demikian pernyataan Kepala Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, sebagaimana dilansir AFP, Rabu, (25/03/2026).

“Kelompok kapal induk tersebut terus dipantau, dan segera setelah armada musuh ini berada dalam jangkauan sistem rudal kami, armada tersebut akan menjadi sasaran serangan dahsyat oleh Angkatan Laut Iran,” sambung dia.

Di sisi lain, otoritas militer AS belum mengonfirmasi adanya serangan tersebut. Armada Kelima Amerika Serikat (AS) justru melaporkan insiden terpisah yang menyebabkan satu pelaut mengalami cedera saat menjalankan operasi penerbangan di kawasan Laut Arab.

“Seorang pelaut Angkatan Laut AS terluka di atas USS Abraham Lincoln (CVN-72) saat kapal induk tersebut melakukan operasi penerbangan di Laut Arab pada tanggal 25 Maret. Cedera tersebut tidak terkait dengan pertempuran dan tidak mengancam jiwa,” kata Armada Kelima AS dalam sebuah pernyataan.

“Pelaut tersebut telah dibawa ke darat untuk perawatan medis lebih lanjut dan kondisinya tetap stabil,” tambahnya.

Perbedaan keterangan antara kedua pihak ini menambah ketidakpastian terkait situasi keamanan di kawasan. USS Abraham Lincoln sendiri diketahui merupakan bagian dari operasi militer AS yang berkaitan dengan konflik dengan Iran sejak akhir Februari 2026.

Hingga kini, belum ada verifikasi independen terkait klaim serangan tersebut, sementara perkembangan situasi di kawasan Laut Arab terus dipantau oleh berbagai pihak internasional. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang