Pangkalan UNIFIL di Lebanon Diserang, Satu Penjaga Perdamaian Tewas

Pangkalan UNIFIL di Lebanon Diserang, Satu Penjaga Perdamaian Tewas

Bagikan:

BEIRUT – Eskalasi konflik di Lebanon selatan kembali memakan korban dari pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebuah proyektil menghantam posisi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon / UNIFIL) dekat Adshit al-Qusayr, Distrik Marjayoun, Ahad (29/03/2026), yang dilaporkan menewaskan satu personel penjaga perdamaian dan melukai satu lainnya secara kritis. Pangkalan tersebut disebut menampung kontingen dari berbagai negara, termasuk pasukan Indonesia.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengonfirmasi ledakan terjadi di salah satu posisi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan. Hingga kini, asal proyektil masih dalam penyelidikan.

“Sebuah proyektil meledak malam ini di lokasi UNIFIL dekat Adshit al-Qusayr, mengakibatkan sejumlah penjaga perdamaian terluka,” kata Ardiel, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Ahad, (29/03/2026).

UNIFIL kemudian memastikan insiden tersebut menelan korban jiwa dari unsur penjaga perdamaian.

“Seorang penjaga perdamaian gugur secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr,” katanya, seraya menambahkan bahwa seorang lainnya “terluka parah”.

Ardiel menegaskan pihaknya belum dapat memastikan sumber serangan yang menghantam pangkalan tersebut.

“Kami tidak mengetahui asal muasal proyektil tersebut. Kami telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui semua keadaannya.”

Insiden ini menambah daftar serangan yang mengancam keselamatan pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik. Berdasarkan catatan UNIFIL, sejak akhir Februari telah terjadi sekitar 20 insiden penembakan di area operasi mereka, dengan sebagian besar sumber tembakan belum teridentifikasi, sementara sebagian lainnya berasal dari Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces / IDF) dan aktor non-negara di pihak Lebanon.

Pada insiden sebelumnya, 6 Maret lalu, militer Israel mengakui tembakan tank mereka secara keliru menghantam posisi UNIFIL di Lebanon selatan hingga melukai personel penjaga perdamaian asal Ghana.

UNIFIL kembali menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai untuk mematuhi hukum internasional dan menjamin keselamatan personel serta fasilitas PBB.

“Sekali lagi, kami menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung ⁠kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat, termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan pasukan penjaga perdamaian,” kata UNIFIL.

Di tengah situasi tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan perluasan operasi militer di Lebanon selatan melalui perluasan “zona penyangga” di perbatasan utara. Langkah ini memicu kekhawatiran atas potensi eskalasi regional yang lebih luas dan meningkatnya risiko bagi warga sipil maupun pasukan perdamaian internasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi personel Indonesia yang bertugas di sektor tersebut. Perkembangan penyelidikan UNIFIL dan situasi keamanan di wilayah operasi masih terus dipantau. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang