Serangan ke Pembangkit Listrik Kuwait Tewaskan Pekerja India

Serangan ke Pembangkit Listrik Kuwait Tewaskan Pekerja India

Bagikan:

KUWAIT CITY – Serangan yang dilaporkan menghantam fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi air di Kuwait menewaskan seorang pekerja asal India serta memicu kerusakan material signifikan pada bangunan layanan, di tengah eskalasi konflik kawasan yang terus memanas. Insiden ini menambah tekanan terhadap infrastruktur vital negara tersebut setelah serangkaian serangan sebelumnya yang juga menyasar fasilitas strategis.

Juru Bicara Kementerian Energi Kuwait, Fatima Abbas Jawhar Hayat, menyatakan bahwa bangunan layanan di fasilitas pembangkit dan pabrik desalinasi menjadi sasaran serangan pada Minggu (29/03/2026) malam waktu setempat.

“Sebuah bangunan layanan di pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air diserang sebagai bagian dari agresi Iran terhadap Negara Kuwait, yang mengakibatkan kematian seorang pekerja India dan kerusakan material yang signifikan pada bangunan tersebut,” ujarnya, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Senin, (30/03/2026).

Selain korban jiwa, serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan. Tim teknis dan unit tanggap darurat segera diterjunkan untuk memastikan operasional fasilitas tetap berjalan sesuai rencana kontinjensi yang telah disiapkan pemerintah Kuwait.

Peristiwa ini terjadi di tengah rentetan serangan yang sebelumnya juga dilaporkan menyasar pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan sejumlah fasilitas strategis di Kuwait. Pada pekan-pekan sebelumnya, beberapa serangan rudal dan drone telah memicu korban jiwa serta kerusakan infrastruktur, termasuk area bandara internasional dan kawasan pelabuhan.

Di sisi lain, Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps / IRGC) sebelumnya telah mengeluarkan ancaman pembalasan atas serangan AS dan Israel yang disebut menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior Iran.

“Kami akan membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan.”

Pernyataan tersebut mempertegas eskalasi konflik yang kini merambah fasilitas sipil dan infrastruktur energi di kawasan Teluk. Sejumlah pihak internasional menilai serangan terhadap pembangkit listrik dan instalasi air berpotensi memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah terdampak.

Hingga kini, otoritas Kuwait terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengamankan lokasi terdampak dan mencegah gangguan lebih luas terhadap pasokan listrik serta air bersih bagi masyarakat. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang