Dua Warga Tewas, Serangan Drone Israel Kembali Guncang Gaza

Dua Warga Tewas, Serangan Drone Israel Kembali Guncang Gaza

Bagikan:

GAZA – Ketegangan di Jalur Gaza kembali meningkat setelah dua warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan pesawat tanpa awak drone militer Israel di wilayah selatan Kota Gaza pada Senin dini hari, (30/03/2026). Serangan yang menyasar area dekat persimpangan Asqoula, lingkungan Zeitoun, juga menyebabkan satu orang lainnya mengalami luka kritis, di tengah masih berlakunya kesepakatan gencatan senjata.

Insiden tersebut memperpanjang rangkaian pelanggaran terhadap kesepakatan penghentian permusuhan yang sebelumnya diharapkan mampu meredam eskalasi konflik di kawasan itu. Berdasarkan informasi dari sumber medis Rumah Sakit Al-Ahli Baptist, serangan terjadi saat sekelompok warga berada di lokasi, sebagaimana diberitakan Anadolu, Senin, (30/03/2026).

Tidak hanya melalui serangan udara, operasi militer Israel juga dilaporkan meluas ke sejumlah titik strategis lain. Saksi mata menyebut pasukan darat Israel melakukan pergerakan di beberapa wilayah serta menghancurkan sejumlah bangunan dan fasilitas di lingkungan Al-Tuffah, sebelah timur Kota Gaza.

Serangan artileri turut dilaporkan menghantam wilayah timur Deir al-Balah serta Khan Younis di bagian tengah dan selatan Gaza. Sejak Minggu pagi, jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan di seluruh Jalur Gaza dilaporkan mencapai 11 orang.

Data Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan pelanggaran harian terhadap gencatan senjata yang dimulai sejak 10 Oktober tahun lalu masih terus berlangsung. Hingga 18 Maret 2026, sedikitnya 691 orang dilaporkan tewas dan 1.876 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terus berlanjut.

Konflik berkepanjangan sejak Oktober 2023 telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat besar. Lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 172.000 lainnya mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut disebut hancur total akibat gempuran militer.

Situasi keamanan di Gaza hingga kini masih berada dalam kondisi sangat tegang. Komunitas internasional terus mendesak seluruh pihak untuk mematuhi gencatan senjata guna mencegah bertambahnya korban sipil serta membuka akses bantuan kemanusiaan yang mendesak bagi warga terdampak. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang