SAN CRISTOBAL – Duka mendalam menyelimuti komunitas pendidikan di Kota San Cristobal, Provinsi Santa Fe, Argentina, setelah aksi penembakan yang dilakukan seorang pelajar berusia 15 tahun di Sekolah Mariano Moreno menewaskan satu siswa dan melukai delapan orang lainnya pada Senin pagi, (30/03/2026).
Insiden tragis itu terjadi saat para siswa tengah bersiap mengikuti upacara pengibaran bendera nasional sebelum kegiatan belajar dimulai. Berdasarkan keterangan pemerintah Provinsi Santa Fe, pelaku telah diamankan sesaat setelah kejadian dan kini menjalani pemeriksaan intensif oleh aparat keamanan.
Seorang siswi bernama Priscila menggambarkan kepanikan yang terjadi di lokasi. “Saya naik ke atas, dan tepat ketika saya hendak turun, beberapa siswa melihat seorang anak laki-laki keluar dari kamar mandi dengan pistol dan mulai berteriak,” katanya kepada penyiar lokal Radio Con Vos, sebagaimana diberitakan Detiknews, Selasa, (31/03/2026). “Dia mulai menembak ke udara dan kami semua lari keluar.”
Data sementara menyebutkan satu korban tewas merupakan siswa berusia 13 tahun. Selain itu, enam siswa mengalami luka ringan saat berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian, sementara dua siswa lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Regional Rafaela, dengan satu korban dalam kondisi serius namun stabil.
Sekretaris Pemerintah San Cristobal, Ramiro Munoz, menyatakan senjata yang digunakan pelaku diduga merupakan senapan. Aktivitas belajar mengajar langsung dihentikan, dan seluruh siswa dipulangkan untuk mengantisipasi trauma lanjutan di lingkungan sekolah.
Menteri Kehakiman dan Keamanan Provinsi Santa Fe, Pablo Cococcioni, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. “Ini adalah momen yang sangat, sangat menyedihkan dan sangat mengejutkan. Di atas segalanya, kami ingin menyampaikan dukungan kami kepada keluarga Ian, pemuda yang kehilangan nyawanya hari ini,” katanya.
Ia menambahkan, pelaku diketahui tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya. “dia tidak memiliki catatan kriminal; kami tidak punya alasan untuk campur tangan selama seluruh karier sekolahnya,” kata Cococcioni dalam konferensi pers.
Menurut pihak berwenang, pelaku disebut sedang menghadapi persoalan pribadi dan keluarga yang cukup kompleks. Hal ini membuat aparat menduga peristiwa tersebut tidak berkaitan langsung dengan konflik di lingkungan sekolah. “Sangat sulit untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa ini–terlebih lagi ketika terjadi di lingkungan sekolah. Ini adalah sesuatu yang benar-benar luar biasa, sesuatu yang tidak pernah kami duga.”
Peristiwa ini menjadi salah satu kasus penembakan sekolah paling serius di Argentina dalam dua dekade terakhir, sekaligus kembali memunculkan perdebatan mengenai keamanan lingkungan pendidikan dan akses terhadap senjata api di kalangan remaja. Pemerintah daerah setempat kini fokus pada penanganan psikologis siswa, keluarga korban, serta penyelidikan motif pelaku. []
Redaksi05

