Rumah CEO OpenAI Sam Altman Dilempar Bom Molotov, Pelaku Ditangkap

Rumah CEO OpenAI Sam Altman Dilempar Bom Molotov, Pelaku Ditangkap

Bagikan:

SAN FRANCISCO – Aparat keamanan Kota San Francisco bergerak cepat menangani serangan bom molotov yang menyasar rumah Chief Executive Officer (CEO) OpenAI, Sam Altman, pada Jumat (10/04/2026) pagi waktu setempat. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun memicu peningkatan pengamanan di kediaman pribadi dan kantor pusat perusahaan pengembang ChatGPT itu setelah pelaku yang sama juga diduga mengancam akan membakar gedung OpenAI.

Menurut keterangan kepolisian, perangkat pembakar dilempar ke bagian pagar luar rumah Altman sekitar pukul 04.12 waktu setempat, menyebabkan kobaran api pada gerbang eksterior sebelum akhirnya pelaku melarikan diri dengan berjalan kaki. Kurang dari satu jam berselang, polisi menerima laporan ancaman pembakaran terhadap kantor pusat OpenAI di kawasan Mission Bay dan segera mengamankan seorang pria berusia 20 tahun yang diduga merupakan pelaku yang sama.

Juru bicara OpenAI memastikan tidak ada korban dalam dua insiden tersebut dan perusahaan kini membantu proses penyelidikan aparat.

“Kami sangat mengapresiasi kecepatan respons Departemen Kepolisian San Francicso (SFPD) dan dukungan dari kota dalam membantu menjaga keselamatan karyawan kami,” kata OpenAI dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir Kompastekno, Jumat, (10/04/2026).

Secara terpisah, Altman turut menanggapi insiden itu melalui blog pribadinya. Ia menilai meningkatnya ketegangan dan retorika di ruang publik terkait perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat memicu tindakan agresif.

“Banyak kritik terhadap industri kami berasal dari kekhawatiran tentang dampak teknologi. Ini cukup valid dan kami menerima kritik maupun debat,” ujar Altman.

Meski demikian, ia tetap meyakini perkembangan teknologi mampu membawa manfaat luas bagi masyarakat dan menyerukan agar perdebatan di industri AI dilakukan secara lebih sehat tanpa meningkatkan tensi konflik.

Insiden ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap OpenAI, mulai dari kerja sama perusahaan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), persaingan bisnis dengan Anthropic, hingga gugatan hukum dari Elon Musk yang dijadwalkan mulai disidangkan akhir bulan ini. Gugatan tersebut berkaitan dengan tuduhan manipulasi kontribusi dana sebesar 38 juta dolar AS saat OpenAI masih berstatus organisasi nirlaba.

Hingga kini, identitas lengkap pelaku dan motif resmi serangan masih dalam pendalaman kepolisian. Aparat memastikan pengamanan di sekitar rumah Altman dan kantor pusat OpenAI diperketat untuk mengantisipasi ancaman lanjutan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Kriminal