ISLAMABAD – Putaran lanjutan negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dipastikan tidak berlangsung pada pekan ini. Meski demikian, kedua negara disebut tengah memfinalisasi agenda pertemuan baru yang sangat mungkin digelar di Islamabad, Pakistan, pada pekan depan, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Teluk Persia dan tenggat gencatan senjata sementara yang kian dekat.
Dua pejabat senior Pakistan, yang berbicara dengan syarat anonimitas karena sensitivitas proses diplomatik, menyebutkan bahwa Washington dan Teheran masih membuka jalur komunikasi intensif untuk menentukan jadwal resmi perundingan putaran kedua. Pakistan sejauh ini tetap menjadi mediator utama dalam proses negosiasi tersebut.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan optimisme pemerintah AS terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
“Diskusi sedang berlangsung dan kami merasa optimistis terhadap prospek kesepakatan,” ujar Karoline Leavitt, sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Rabu (16/04/2026).
Leavitt menambahkan bahwa pertemuan tatap muka berikutnya “sangat mungkin” kembali digelar di Islamabad. Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa jalur diplomasi masih menjadi opsi utama untuk meredakan konflik yang memanas.
Sebelumnya, putaran pertama perundingan yang berlangsung maraton selama 21 jam di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, sementara pihak Iran tetap bersikukuh pada sejumlah isu utama, termasuk program nuklir dan pembukaan jalur pelayaran strategis.
Ketegangan juga masih tinggi di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia. Lalu lintas kapal tanker minyak dilaporkan melambat signifikan seiring ancaman terhadap kapal yang melintas dan kebijakan blokade yang diberlakukan AS terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi stabilitas pasar energi global.
Dari pihak Iran, kantor berita pemerintah Fars melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan seluruh ekspor petrokimia hingga batas waktu yang belum ditentukan, sebagai respons atas situasi geopolitik yang terus berkembang.
Sementara itu, pejabat senior AS menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan resmi mengenai perpanjangan masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pekan depan.
“Amerika Serikat belum secara resmi menyetujui perpanjangan gencatan senjata. Namun, keterlibatan antara AS dan Iran masih terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan,” ujarnya.
Dengan waktu yang semakin sempit sebelum masa jeda konflik berakhir, pertemuan pekan depan di Pakistan dipandang menjadi momentum krusial untuk menentukan arah perdamaian dan mencegah eskalasi baru di kawasan Timur Tengah. []
Redaksi05

