ISLAMABAD – Ketidakpastian menyelimuti kelanjutan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) setelah pihak Teheran menyatakan belum memiliki rencana untuk menghadiri putaran negosiasi berikutnya, meski tenggat berakhirnya gencatan senjata tinggal tiga hari lagi.
Pernyataan tersebut muncul di tengah klaim Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut telah mengirim utusan untuk melanjutkan dialog dengan Iran di Pakistan pada Senin (20/04/2026). Namun, media pemerintah Iran menegaskan belum ada kepastian keikutsertaan negaranya dalam forum tersebut.
Stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), mengutip sumber internal yang menyatakan, “saat ini tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran selanjutnya dari pembicaraan Iran-AS”. Senada, kantor berita Fars News Agency (Fars) dan Tasnim News Agency (Tasnim) menyebut suasana negosiasi belum menunjukkan perkembangan positif. Mereka menilai pencabutan blokade oleh AS menjadi syarat utama sebelum dialog dilanjutkan.
Kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), turut menyoroti kebijakan blokade serta menyebut adanya “tuntutan yang tidak masuk akal dan tidak realistis” dari pihak AS. Mereka mengatakan, “dalam keadaan seperti ini, tidak ada prospek yang jelas untuk negosiasi yang membuahkan hasil”.
Sementara itu, situasi di Islamabad menunjukkan peningkatan pengamanan menjelang rencana pertemuan lanjutan. Aparat keamanan terlihat berjaga di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar Masjid Faisal, sebagai bagian dari persiapan Pakistan menjadi tuan rumah perundingan.
Sebelumnya, putaran awal negosiasi telah digelar selama 21 jam pada 11 April lalu di Islamabad, namun berakhir tanpa kesepakatan. Meski demikian, upaya untuk melanjutkan dialog tetap dilakukan di tengah tekanan waktu menjelang berakhirnya masa gencatan senjata Iran dengan AS dan Israel.
Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan optimismenya terhadap peluang kesepakatan. “Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya,” ujarnya, sebagaimana dilansir Afp, Minggu (19/04/2026). Ia juga kembali mengingatkan potensi serangan terhadap infrastruktur Iran apabila negosiasi gagal mencapai hasil.
Dengan belum adanya kepastian partisipasi Iran, prospek perdamaian jangka pendek masih dipenuhi tanda tanya, sementara risiko eskalasi konflik tetap membayangi kawasan tersebut. []
Redaksi05

