Turis Jerman Dijambret di Jakarta, HP Raib di Siang Bolong

Turis Jerman Dijambret di Jakarta, HP Raib di Siang Bolong

Bagikan:

JAKARTA PUSAT – Aksi penjambretan terhadap warga negara asing (WNA) kembali terjadi di ruang publik Ibu Kota, kali ini menimpa turis asal Jerman di kawasan Sawah Besar, Minggu (19/04/2026) sore, yang memicu perhatian terhadap keamanan penggunaan ponsel di tempat terbuka.

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 15.40 WIB di depan Sekolah Santa Ursula, Jalan Lapangan Banteng Utara, Pasar Baru. Korban bernama Robin (26) kehilangan satu unit telepon genggam saat hendak menyeberang jalan.

Kepolisian Sektor (Polsek) Sawah Besar menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung melakukan penyelidikan. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sawah Besar, Rahmat Himawan, menjelaskan kronologi peristiwa. “Ketika korban sedang ingin menyebrang dipinggir jalan sekitaran lokasi, tengah asik memainkan Handphonr (HP), pada saat yang bersamaan HP korban diambil seseorang menggunakan motor berboncengan,” ucap Rahmat sebagaimana dilansir Wartakotalive, Senin, (20/04/2026).

Dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor disebut mendekati korban secara tiba-tiba sebelum merampas ponsel jenis Samsung S23 yang sedang digunakan. Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materi berupa satu unit ponsel. Tidak ada laporan korban mengalami luka fisik dalam insiden tersebut.

Polsek Sawah Besar saat ini masih memburu pelaku dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi untuk mengungkap identitas pelaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada saat menggunakan ponsel di ruang publik, terutama di area jalan raya yang rawan tindak kejahatan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turut menyoroti dinamika keamanan di wilayahnya. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pihaknya akan bertindak tegas terhadap setiap gangguan ketertiban.

“Selama ini Jakarta biasanya ranking-nya antara 5, 6, 7, sekarang nomor dua, ya kami syukuri,” kata Pramono.

“Kota dengan penduduk 11 juta lebih, kalau dengan aglomerasinya hampir 42 juta menurut PBB, tentunya enggak mungkin semuanya adem ayem,” lanjutnya.

Menurutnya, berbagai dinamika di kota besar tetap harus direspons dengan langkah tegas oleh pemerintah guna menjaga rasa aman masyarakat. “Yang seperti itu tentu kami tindak dengan tegas,” kata Pramono.

Pemprov DKI menilai capaian Jakarta sebagai salah satu kota teraman di Asia Tenggara tidak terlepas dari peran masyarakat dalam menjaga ketertiban, meski insiden kriminalitas sporadis masih dapat terjadi. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Kriminal Nasional