GAZA – Eskalasi kekerasan kembali terjadi di Jalur Gaza setelah serangan udara dan artileri Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya empat warga Palestina pada Minggu (26/04/2026), meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku secara formal.
Korban tewas berasal dari beberapa lokasi berbeda, termasuk serangan pesawat nirawak di sekitar Bundaran Kuwait, Jalan Salah al-Din, serta tembakan langsung di wilayah Gaza tengah. Sumber medis menyebut dua jenazah telah dibawa ke Kompleks Medis Al-Shifa setelah serangan terhadap sebuah sepeda motor di area tersebut.
“Seorang warga Palestina ketiga tewas oleh tembakan tentara Israel di daerah Al-Mughraqa di Gaza tengah, sementara seorang remaja berusia 14 tahun kemudian meninggal akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan Israel di lingkungan Sheikh Radwan, utara Kota Gaza,” ungkap sumber medis tersebut, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Senin (27/04/2026).
Selain serangan drone, aksi militer juga melibatkan tembakan artileri di wilayah timur Khan Younis, Gaza selatan. Saksi mata melaporkan helikopter tempur turut melepaskan tembakan ke arah kawasan timur kamp pengungsi Al-Bureij, memperburuk kondisi keamanan warga sipil yang masih bertahan di tengah konflik.
Kantor media pemerintah Gaza menilai serangan tersebut sebagai bagian dari pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlangsung sejak Oktober lalu. Dalam pernyataan resminya, otoritas setempat menuding adanya pola tindakan represif yang terus terjadi di lapangan.
“Israel telah melakukan setidaknya 2.400 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata, termasuk pembunuhan, penangkapan, pengepungan, dan kelaparan,” tulis pernyataan resmi kantor media pemerintah Gaza.
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan setempat menunjukkan dampak signifikan dari pelanggaran tersebut. Hingga Jumat sebelumnya, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai ratusan orang dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
“Hingga Jumat, Israel telah membunuh 972 warga Palestina dan melukai 2.235 orang lainnya dalam pelanggaran gencatan senjata,” tegas Kementerian Kesehatan dalam laporan terbarunya.
Serangan juga dilaporkan menyasar wilayah timur lingkungan Al-Tuffah, sementara kapal perang Israel melepaskan tembakan ke arah pesisir Kota Gaza. Dalam skala lebih luas, konflik yang telah berlangsung selama dua tahun disebut telah merusak sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut, dengan jumlah korban jiwa melampaui puluhan ribu orang.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan gencatan senjata dan memperbesar risiko krisis kemanusiaan yang semakin dalam di Gaza, terutama bagi warga sipil yang terdampak langsung oleh konflik berkepanjangan. []
Redaksi05

