GAZA – Serangan militer Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa, menewaskan sedikitnya lima orang termasuk seorang komandan kelompok Hamas dan seorang anak berusia sembilan tahun, di tengah rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang terus diperselisihkan kedua pihak.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/04/2026), ketika serangan udara menggunakan drone dan tembakan artileri dilaporkan menghantam sejumlah titik di wilayah Gaza. Sumber Palestina menyebut kekerasan masih berlangsung hampir setiap hari, dengan Israel dan Hamas saling menuding telah melanggar gencatan senjata yang disepakati sejak Oktober.
Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan empat orang tewas dan enam lainnya terluka akibat serangan dua rudal dari drone yang menghantam sebuah mobil di kawasan Al-Rimal, wilayah barat Kota Gaza.
Sumber keamanan setempat mengidentifikasi dua korban tewas sebagai komandan Hamas Iyad al-Shanbari dan putranya, Salah. Sementara dua korban lainnya belum diungkap identitasnya, dan belum ada tanggapan resmi dari Hamas terkait insiden tersebut.
Pihak militer Israel memberikan konfirmasi singkat atas serangan tersebut. “telah menyerang seorang teroris di sana”, demikian pernyataan yang disampaikan.
Dalam kejadian terpisah di wilayah timur Khan Yunis, badan pertahanan sipil Gaza juga melaporkan seorang anak bernama Adel al-Najjar (9) tewas akibat serangan yang melibatkan drone dan artileri.
“(Laki-laki berusia 9 tahun tewas) ketika serangan drone Israel terjadi bersamaan dengan penembakan artileri di sebelah timur Khan Yunis,” demikian keterangan badan pertahanan sipil, sebagaimana dilansir Detiknews, Rabu, (29/04/2026).
Rangkaian serangan ini menambah daftar korban di tengah situasi keamanan yang belum stabil di Gaza, sekaligus memperlihatkan meningkatnya eskalasi konflik yang berdampak langsung pada warga sipil, termasuk anak-anak. []
Redaksi05

