JAKARTA BARAT – Luapan Kali Angke akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Daerah Khusus Jakarta (DKI) Jakarta pada Senin (04/05/2026) malam merendam ratusan rumah warga di kawasan Bojong Kavling, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng. Ketinggian air mencapai 50 hingga 60 sentimeter dan menghambat aktivitas warga sejak Selasa (05/05/2026) pagi.
Banjir terpantau menggenangi wilayah RT 12 dan RT 16 RW 04 Rawa Buaya. Air tidak hanya menutup akses jalan lingkungan, tetapi juga masuk ke dalam rumah warga sehingga memaksa sebagian masyarakat bertahan sambil memantau kondisi debit air.
Sejumlah warga terlihat menerobos banjir untuk beraktivitas pada pagi hari. Anak-anak sekolah pun harus digendong orang tua mereka agar dapat keluar dari kawasan permukiman yang tergenang.
Warga lainnya memilih memindahkan kendaraan roda dua ke lokasi yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan akibat terendam air.
Seorang warga bernama Sunaryo mengatakan banjir mulai terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak malam hari dan menyebabkan Kali Angke meluap.
“Hujan deras semalam, Kali Angke naik (meluap),” kata Sunaryo, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (05/05/2026).
Ia menyebut genangan dengan ketinggian setara paha orang dewasa itu sudah menjadi kondisi yang kerap terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.
“Langganannya ya dua RT ini udah,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 115 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan masih terendam banjir hingga Selasa (05/05/2026) pagi. Ketinggian air dilaporkan bervariasi mulai dari 15 sentimeter hingga 2,4 meter.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menjelaskan hujan deras menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan berdampak pada kawasan permukiman warga.
“Penyebab curah hujan tinggi yang mengakibatkan Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang dan Kali Ciliwung meluap, sehingga merendam permukiman warga,” kata Marulitua Sijabat.
BPBD DKI juga mencatat kenaikan tinggi muka air di sejumlah pintu air dan pos pantau sejak Senin sore hingga malam. Beberapa titik yang mengalami peningkatan status siaga antara lain Pos Pesanggrahan, Pintu Air Pasar Ikan, Pos Depok, Pos Angke Hulu, Pos Karet, Pos Cipinang Hulu, dan Pos Sunter Hulu.
Hingga Selasa pagi, petugas masih melakukan pemantauan kondisi genangan di sejumlah wilayah terdampak sambil mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan naiknya debit air susulan. []
Redaksi05

