GHUBAYSH – Sedikitnya 28 orang tewas dan 23 lainnya mengalami luka-luka setelah serangan drone menghantam area pasar di Kota Ghubaysh, Sudan Barat, Selasa (19/05/2026). Serangan terjadi di wilayah yang dikuasai kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di tengah konflik berkepanjangan antara militer Sudan dan RSF.
Sumber medis serta sejumlah saksi mata menyebut para korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Ghubaysh setelah ledakan terjadi di kawasan pasar utama kota tersebut.
Dua saksi mata mengungkapkan drone menghantam sebuah restoran yang saat itu dipenuhi pengunjung. Mereka menduga serangan dilakukan oleh militer Sudan.
Sementara saksi lainnya mengatakan serangan pertama menyasar kendaraan milik RSF sebelum ledakan berikutnya menghantam area restoran.
“Menewaskan tiga orang di dalamnya dan menghancurkan kendaraan tersebut, sebelum menghantam restoran,” ujar saksi tersebut sebagaimana diberitakan Detik, Selasa, (20/05/2026).
Meski demikian, pihak militer Sudan membantah telah menargetkan warga sipil dalam operasi tersebut. Sumber militer Sudan menegaskan serangan hanya diarahkan ke sasaran militer, termasuk kendaraan tempur, gudang persenjataan, dan amunisi milik RSF.
Hingga kini, RSF belum memberikan keterangan resmi terkait serangan yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
Konflik antara militer Sudan dan RSF sendiri telah berlangsung sejak April 2023 dan terus meluas ke berbagai wilayah, termasuk Darfur Barat, Kordofan Selatan, hingga Negara Bagian Nil Biru di tenggara Sudan.
Dalam beberapa bulan terakhir, penggunaan drone dalam pertempuran dilaporkan semakin meningkat dan memperburuk situasi keamanan di wilayah konflik.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat perang di Sudan telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa lebih dari 11 juta warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
PBB juga melaporkan sedikitnya 880 warga sipil tewas akibat serangan drone sejak Januari 2026. Situasi itu membuat kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil di Sudan semakin meningkat di tengah perang yang belum menunjukkan tanda akan berakhir. []
Redaksi05

