Seorang petugas keamanan diplomatik Yordania tewas ditikam di pos penjagaan Kedutaan Besar Sri Lanka di Amman, sementara penyelidikan awal menunjukkan serangan tersebut diduga telah direncanakan.
AMMAN – Seorang petugas keamanan diplomatik Yordania tewas setelah ditikam seorang pria di pos penjagaan Kedutaan Besar Sri Lanka di kawasan Sweifieh, Amman, Kamis, 05 November 2026. Penyelidikan awal Direktorat Keamanan Publik (PSD) Yordania menunjukkan, serangan tersebut diduga telah direncanakan untuk menyasar petugas keamanan.
Korban diketahui bernama Jawad Ali Khalaf Al Salaita, anggota unit keamanan diplomatik yang bertugas menjaga kedutaan. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka tusuk, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Juru bicara PSD Yordania Amer Al Sartawi mengatakan, penyerangan terjadi sekitar pukul 12.20 waktu setempat di Jalan Medina Al Munawwara. Seorang pria tiba-tiba menyerang dan menikam Al Salaita menggunakan benda tajam.
Tim patroli yang berada di sekitar lokasi kemudian melakukan intervensi. Dalam insiden tersebut, pelaku diduga berupaya merebut senjata api milik korban sebelum berhasil dilumpuhkan oleh petugas keamanan lainnya.
Seorang letnan dua turut menghadapi pelaku dalam pergulatan tersebut. Petugas itu mengalami luka di bagian wajah, sedangkan pelaku juga terluka setelah dilumpuhkan. Informasi mengenai upaya perebutan senjata tersebut dilaporkan stasiun televisi pemerintah Yordania Al Mamlaka dan dikutip Al Jazeera.
Sumber keamanan yang berbicara kepada Al Jazeera menyebutkan, pelaku lahir pada 1994 dan membawa belati serta pisau. Pelaku disebut menikam korban di bagian leher ketika Al Salaita berada di pos penjagaan kedutaan di kawasan Sweifieh.
PSD menyatakan, penyelidikan awal menunjukkan pelaku telah “merencanakan untuk melakukan tindakan teroris terhadap para petugas Direktorat Keamanan Publik”. Pihak berwenang juga menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan teroris yang pengecut”.
Petugas keamanan yang terluka telah dibawa ke Rumah Sakit Medical City dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil. Sementara itu, pelaku dirawat di Rumah Sakit Dar Al Salam dalam kondisi kritis.
Setelah kejadian, aparat keamanan memasang garis polisi di sekitar Jalan Medina Al Munawwara, Amman bagian barat. Serangan tersebut terjadi di hadapan sejumlah orang yang melintas di lokasi, sebagaimana dilaporkan koresponden Al Jazeera, Tamer Al Samadi.
Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap secara menyeluruh motif dan rangkaian persiapan serangan tersebut. Aparat Yordania juga perlu memastikan keamanan petugas diplomatik serta kawasan perwakilan asing guna mencegah kejadian serupa. []
Redaksi 03

