Polisi Polandia mendalami dugaan pengaruh ideologi sayap kanan ekstrem dalam penembakan yang menewaskan enam orang dan melukai 16 lainnya, sekaligus menyelidiki tiga jenazah yang ditemukan di rumah terduga pelaku.
KRAKOW – Penyelidikan penembakan yang menewaskan enam orang dan melukai 16 lainnya di pusat Kota Krakow, Polandia, kini mengarah pada dugaan pengaruh ideologi sayap kanan ekstrem. Aparat juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, asal senjata yang digunakan, serta hubungan tiga jenazah yang ditemukan di rumah terduga pelaku dengan serangan tersebut.
Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwinski menyampaikan indikasi awal mengenai dugaan pengaruh ideologi ekstrem itu pada Sabtu malam, 7 November 2026. Menurut dia, terduga pelaku diduga memiliki pandangan ultranasionalis, tetapi temuan tersebut masih harus diverifikasi melalui penyelidikan.
Kierwinski juga menjelaskan, polisi melepaskan tembakan ke arah terduga pelaku sekitar tiga menit setelah menerima laporan pertama mengenai penembakan. Pelaku mengalami luka serius dan menjalani operasi kedua setelah dilumpuhkan petugas.
Dalam peristiwa tersebut, enam orang dinyatakan tewas dan 16 lainnya terluka. Korban luka mencakup lima warga negara asing, dua anggota kepolisian, serta terduga pelaku.
Kepala Kepolisian Polandia Marek Boron mengonfirmasi tiga korban tewas merupakan warga Polandia dan satu lainnya warga Inggris. Identitas dua korban lainnya masih dalam proses penyelidikan.
Sebagaimana diberitakan Metro TV, Minggu (08/11/2026), Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan tiga jenazah lain, terdiri atas dua perempuan dan seorang laki-laki, ditemukan di rumah terduga pelaku. Ketiganya diduga merupakan anggota keluarga dekat pelaku, tetapi hubungan tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan.
Polisi telusuri asal senjata dan kemungkinan kaki tangan
Selain mendalami dugaan motif ideologis, aparat menyelidiki kemungkinan senjata api yang digunakan dalam penembakan berasal dari rumah keluarga terduga pelaku. Polisi juga menggeledah rumah tersebut untuk mengumpulkan bukti dan menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan serangan di pusat kota.
Penyelidik turut memeriksa kendaraan yang digunakan terduga pelaku karena khawatir terdapat bahan peledak di dalamnya. Tusk mengatakan pihak berwenang akan mengidentifikasi dan menangkap siapa pun yang diduga terlibat sebagai kaki tangan dalam serangan tersebut.
Penembakan terjadi sesaat setelah pukul 15.00 waktu setempat atau sekitar pukul 14.00 Greenwich Mean Time (GMT), di dekat Main Market Square, salah satu kawasan wisata tersibuk di Polandia.
Berdasarkan laporan Radio RMF FM, kendaraan yang digunakan pelaku melintas melalui Jalan Sławkowska menuju alun-alun utama sebelum tembakan dilepaskan ke arah orang-orang di kawasan tersebut. Sejumlah saksi mata mengaku mendengar sekitar 20 kali tembakan.
Petugas layanan darurat segera dikerahkan ke lokasi, termasuk helikopter ambulans udara yang mendarat di alun-alun untuk membantu penanganan korban.
Dugaan motif ideologi sayap kanan ekstrem menjadi salah satu fokus penyidikan, tetapi belum dapat dipastikan sebagai penyebab serangan. Pengungkapan asal senjata, hubungan tiga jenazah yang ditemukan di rumah terduga pelaku, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai rangkaian penembakan yang mengguncang Krakow tersebut. []
Redaksi 03

