Serangan Bersenjata di Guatemala Tewaskan Anggota Parlemen dan Tiga Polisi

Serangan Bersenjata di Guatemala Tewaskan Anggota Parlemen dan Tiga Polisi

Bagikan:

Serangan bersenjata di Zacapa menewaskan anggota parlemen Julio César Portillo Paz dan tiga polisi, sementara aparat masih memburu pelaku serta menyelidiki motif penyerangan.

ZACAPA – Serangan bersenjata di wilayah Río Hondo, Departemen Zacapa, Guatemala, menewaskan seorang anggota parlemen dan tiga petugas kepolisian. Insiden yang terjadi pada Jumat (06/11/2026) itu memicu kecaman Presiden Guatemala Bernardo Arévalo sekaligus mendorong aparat keamanan mempercepat penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif penyerangan.

Anggota parlemen Julio César Portillo Paz menjadi salah satu korban dalam serangan tersebut. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka serius sebelum dinyatakan meninggal dunia. Kabar kematiannya kemudian dikonfirmasi oleh Partai Persatuan Harapan Nasional (UNE), tempat Portillo bernaung.

Presiden Arévalo menyampaikan bahwa tiga petugas Kepolisian Sipil Nasional juga tewas saat menjalankan tugas. Ia memerintahkan aparat keamanan bekerja sama dengan jaksa untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Kami tidak akan membiarkan kekerasan kriminal menang atas kehidupan dan keselamatan warga Guatemala,” kata Arévalo dalam sebuah posting di X.

Sementara itu, Kongres Guatemala turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Portillo. Dalam pernyataan yang diunggah melalui X pada Jumat malam, lembaga tersebut menyebut kehilangan itu sebagai peristiwa tragis bagi perwakilan daerah Zacapa.

Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang belum mengungkap motif penyerangan maupun identitas para pelaku. Para tersangka dilaporkan melarikan diri setelah kejadian.

Peristiwa tersebut menambah kekhawatiran terhadap ancaman kekerasan bersenjata di Guatemala. Sekitar tiga pekan sebelumnya, mantan jaksa antikorupsi Juan Francisco Solórzano Foppa juga tewas ditembak di Guatemala City. Namun, aparat belum menemukan keterkaitan antara kedua kasus tersebut, sebagaimana diberitakan The Daily Star, Minggu, (08/11/2026).

Situasi keamanan di Zacapa turut menjadi perhatian karena wilayah tersebut diketahui berada dalam pengaruh jaringan perdagangan narkoba, termasuk Kartel keluarga Lorenzana yang memiliki hubungan dengan Kartel Sinaloa di Meksiko. Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang menghubungkan jaringan tersebut dengan pembunuhan Portillo maupun tiga polisi.

Portillo terpilih sebagai anggota parlemen pada 2023 melalui Partai Cabal. Ia kemudian berpindah ke UNE, partai oposisi yang dipimpin mantan ibu negara Sandra Torres. Sebelum meninggal, Portillo diperkirakan akan maju dalam pemilihan presiden Guatemala tahun depan.

Penyelidikan atas serangan ini menjadi penting untuk memastikan motif dan pihak yang terlibat, sekaligus mengungkap apakah kekerasan tersebut berkaitan dengan persaingan politik atau aktivitas kejahatan terorganisasi. []

Redaksi 03

Bagikan:
Hotnews Internasional Kriminal