SAMARINDA — Dalam olahraga masyarakat sepeda BMX, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) punya penghobi yang lumayan banyak, ada sekitar seratus lebih anggota aktif. Dalam setiap festival olahraga provinsi sepeda BMX, partisipasi peserta sangat antusias, umumnya di kalangan pelajar. Namun demikian, di Indonesia, Kaltim bukan yang terbaik, justru menjadikan luar daerah sebagai barometer.
Ialah Provinsi Jawa Barat, di mana penghobi olahraga masyarakat sepeda BMX ini sangat banyak. Prestasi para atlet BMX asal Jawa Barat jauh mengungguli daerah lain, termasuk Kaltim. Meskipun demikian, Kaltim memiliki potensi yang besar, berbagai kendala masih menghambat perkembangan olahraga ini di wilayah tersebut. Di antaranya adalah soal fasilitas latihan yang masih sederhana.
Minimnya sarana dan prasarana yang memadai membuat pelatihan atlet BMX sulit dilakukan secara optimal. Sebagaimana dipaparkan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi BMX Indonesia Rizkani Muflih, fasilitas latihan biasa sudah ada namun fasilitas latihan untuk olimpiade masih terbatas dan sederhana. “Kita memiliki atlet yang berbakat, tetapi keterbatasan fasilitas membuat mereka sulit untuk berkembang,” ungkap Rizkani, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sempaja, Samarinda, belum lama ini (09/10/2024).
Meskipun demikian, Rizkani tetap bersyukur dan mengapresiasi para atlet Kaltim yang telah meraih medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumut beberapa waktu lalu. “Kita dengan fasilitas sederhana saja bisa dapat perunggu, apalagi kalau dioptimalkan lagi, pasti bisa mengejar emas,” tekadnya.
Selain itu, perbedaan populasi penduduk antara Kaltim dan Jawa Barat juga menjadi faktor yang berpengaruh. Dengan populasi yang lebih kecil, penjaringan atlet BMX di Kaltim tidak dapat bersaing dengan Jawa Barat yang memiliki banyak sumber daya dan lebih banyak pelajar yang terpapar olahraga ini. Tetap saja, pemerintah dan Asosiasi BMX Kaltim optimis dapat mengoptimalkan potensi yang ada. Beberapa langkah yang direncanakan termasuk peningkatan fasilitas latihan, penyelenggaraan kompetisi lokal (Local Heroes), serta program pengenalan BMX di sekolah-sekolah.
Dengan upaya bersama dan dukungan dari berbagai pihak, Kaltim bertekad untuk meningkatkan kualitas olahraga BMX, agar dapat bersaing dengan daerah-daerah lain, terutama Jawa Barat, dan menciptakan generasi baru atlet BMX yang siap bersinar di pentas nasional maupun internasional. “Jika kita bisa menciptakan lingkungan yang mendukung, kami yakin Kaltim bisa melahirkan atlet-atlet BMX yang berprestasi,” ujar Rizkani. []
Penulis: Eko Sulistyo