Dugaan BBM Bermasalah, Polresta Samarinda Ambil Sampel di SPBU

Dugaan BBM Bermasalah, Polresta Samarinda Ambil Sampel di SPBU

SAMARINDA – Satreskrim Polresta Samarinda menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai dugaan BBM bermasalah yang menyebabkan mesin kendaraan kehilangan tenaga atau “brebet” setelah melakukan pengisian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tertentu.Sebagai langkah konkret, tim Satreskrim telah melakukan inspeksi dan pengambilan sampel BBM di dua SPBU yang diduga bermasalah, yakni SPBU di Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan PM Noor, pada Selasa (1/4) malam.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Dicky Anggi Pranata, yang memimpin langsung inspeksi tersebut, menegaskan bahwa sampel BBM yang telah dikumpulkan akan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan uji kualitas.

“Kami telah mengumpulkan sampel BBM dari dua SPBU ini untuk diteliti lebih lanjut. Kami ingin memastikan apakah ada kandungan yang tidak sesuai standar yang dapat memengaruhi performa mesin kendaraan,” ujar Dicky Anggi Pranata.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap keluhan pengguna kendaraan bermotor yang melaporkan adanya masalah pada mesin kendaraan setelah mengisi BBM di lokasi yang diduga memiliki kualitas buruk.

Sejumlah pengendara di Samarinda sebelumnya mengeluhkan bahwa kendaraan mereka mengalami tarikan yang berat, mesin tersendat-sendat, bahkan mogok, setelah mengisi bahan bakar di dua SPBU tersebut.

Keluhan ini ramai dibahas di media sosial, di mana beberapa pengguna kendaraan mengaku harus menguras tangki BBM mereka karena mesin menjadi tidak stabil setelah mengisi bahan bakar.

“Setelah isi BBM di salah satu SPBU itu, motor saya langsung brebet. Biasanya tidak pernah seperti ini. Saya sampai harus ke bengkel untuk membersihkan karburator,” ujar Rahmat (34), seorang warga Samarinda.Keluhan serupa juga dialami oleh seorang wartawan lokal, yang mengalami gangguan pada motornya setelah mengisi bahan bakar di SPBU yang sama.

“Kami akan menindak tegas jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian yang menyebabkan kualitas BBM tidak sesuai standar. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tegas Dicky Anggi Pranata.

Selain dari pihak kepolisian, Pertamina Regional Kaltim juga dikabarkan tengah melakukan investigasi internal untuk memastikan bahwa distribusi BBM ke SPBU di Samarinda tetap sesuai standar.

Sebagai tindakan preventif, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih tempat pengisian BBM. Jika mengalami kendala teknis pada kendaraan setelah mengisi BBM, masyarakat diimbau segera melapor ke pihak berwenang agar kasus ini dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Dengan adanya komitmen dari kepolisian dan instansi terkait, diharapkan kasus serupa tidak terulang dan masyarakat dapat memperoleh BBM berkualitas baik sesuai standar nasional.[]

Putri Aulia Maharani

Berita Daerah Headlines