Aktivitas Erupsi Semeru Masih Tinggi, Puluhan Gempa Tercatat

Aktivitas Erupsi Semeru Masih Tinggi, Puluhan Gempa Tercatat

Bagikan:

LUMAJANG – Aktivitas kegempaan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih menunjukkan intensitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut terus didominasi oleh gempa letusan atau erupsi yang menandakan dinamika vulkanik masih aktif dan perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas kegempaan tercatat cukup signifikan sejak dini hari hingga pagi hari. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, menyampaikan bahwa dalam periode pengamatan Senin (05/01/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi puluhan gempa yang berkaitan langsung dengan aktivitas erupsi.

“Pengamatan kegempaan pada Senin pukul 00.00-06.00 WIB tercatat Gunung Semeru mengalami sebanyak 32 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-23 mm, dan lama gempa 66-163 detik,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin (05/01/2026).

Selain gempa letusan, Gunung Semeru juga mencatat sejumlah aktivitas kegempaan lain yang mengindikasikan pergerakan material vulkanik di dalam tubuh gunung. Yadi menjelaskan, terjadi dua kali gempa guguran dengan amplitudo relatif kecil serta satu kali gempa embusan.

“Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga mengalami dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2 mm dan lama gempa 29-45 detik, kemudian satu kali gempa Hembusan dengan amplitudo 8 mm dan lama gempa 116 detik,” tuturnya.

Tidak hanya itu, aktivitas tektonik dari luar sistem vulkanik Semeru juga terdeteksi. Getaran gempa tektonik jauh turut terekam oleh peralatan seismograf di pos pengamatan.

“Juga terjadi dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-30 mm, S-P 13-15 detik dan lama gempa 52-60 detik,” katanya.

Jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang, aktivitas Gunung Semeru selama 24 jam pada Minggu (04/01/2026) tercatat jauh lebih padat. Total terdapat 151 kali gempa letusan atau erupsi, disertai dengan 10 kali gempa guguran, 21 kali gempa embusan, tiga kali gempa harmonik, serta lima kali gempa tektonik jauh. Data ini memperlihatkan bahwa aktivitas vulkanik masih berlangsung secara intens dan berkelanjutan.

Dari sisi visual, kondisi Gunung Semeru juga terus dipantau. Asap kawah utama masih teramati keluar dari puncak gunung dengan ketinggian tertentu.

“Secara visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III, teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 200-300 meter dari puncak,” katanya.

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status Level III atau Siaga. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting demi keselamatan masyarakat.

Yadi menegaskan masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.

“Secara visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III, teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 200-300 meter dari puncak,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi kawasan sempadan sungai karena berpotensi dilanda awan panas dan aliran lahar.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

PVMBG juga mengingatkan warga agar tetap mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai di sekitarnya. Kewaspadaan menjadi kunci utama di tengah aktivitas vulkanik yang masih tinggi. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews