Ambulans Desa Kecelakaan di Ponorogo, Tabrak Pagar Warga

Ambulans Desa Kecelakaan di Ponorogo, Tabrak Pagar Warga

Bagikan:

PONOROGO – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah ambulans desa terjadi di wilayah Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Selasa (06/01/2026) petang. Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB dan sempat mengundang perhatian warga sekitar karena suara benturan yang cukup keras serta kerusakan pada sejumlah kendaraan dan fasilitas warga.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, ambulans desa itu melaju dari arah barat menuju timur. Pada saat yang hampir bersamaan, dari arah berlawanan melintas sebuah mobil boks yang mengangkut ayam. Situasi lalu lintas yang terjadi secara tiba-tiba diduga membuat sopir ambulans melakukan manuver menghindar. Namun, upaya tersebut justru berujung pada hilangnya kendali kendaraan.

Pemilik garasi rumah yang pagarnya tertabrak, Danar Hadinanta, menjelaskan bahwa ambulans sempat membanting setir ke arah kiri sebelum akhirnya menghantam pagar rumahnya. Ia menyaksikan langsung detik-detik kendaraan itu keluar jalur dan tidak mampu dikendalikan.

“Ambulan dari barat, dari timur ada kendaraan ayam, mungkin menghindari ayam itu, terus banting ke kiri, nabrak pagar,” kata Danang kepada wartawan, Selasa (06/01/2026).

Tidak hanya menabrak pagar rumah warga, ambulans tersebut juga sempat menyerempet sebuah mobil Toyota Avanza yang sedang terparkir di tepi jalan. Akibat serempetan tersebut, ban Avanza dilaporkan pecah, sebelum akhirnya ambulans berhenti setelah menghantam pagar rumah.

“Yang ditabrak pertama Avanza, bannya meletus, terus nabrak pagar,” ujarnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Danang memastikan bahwa ambulans dalam kondisi kosong dan tidak sedang membawa pasien ketika kecelakaan terjadi. Sopir ambulans pun dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius.

“Kosong, ambulan nggak ada pasien. Sopir juga selamat. Aman semua,” jelasnya.

Meski tidak menimbulkan korban, kecelakaan ini menyebabkan kerusakan cukup parah pada bagian depan ambulans. Proses evakuasi kendaraan sempat dilakukan di lokasi kejadian dengan bantuan warga sekitar. Danang menduga ambulans melaju dengan kecepatan cukup tinggi sehingga sopir kesulitan mengendalikan kendaraan saat menghadapi situasi mendadak.

“Mungkin ambulannya kencang, akhirnya tidak menguasai kendaraan. Ambulan rusak bagian depan ringsek, ini masih proses evakuasi,” tambah Danang.

Sementara itu, pemilik mobil Toyota Avanza yang terserempet, Toni Krisbiantoro, mengaku tidak berada di luar rumah ketika kejadian berlangsung. Ia baru mengetahui mobilnya mengalami kerusakan setelah mendengar suara benturan keras dari arah jalan depan rumah.

“Saya itu di dalam rumah pas makan sama keluarga, dari luar ada suara letusan. Saya cek ternyata mobil saya kesenggol mobil ambulans,” kata Toni.

Toni juga menilai suara benturan yang terdengar cukup keras mengindikasikan bahwa ambulans melaju dengan kecepatan tinggi sebelum kecelakaan terjadi.

“Suaranya keras, mungkin ambulannya kencang,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dan pengendalian kecepatan kendaraan, termasuk kendaraan operasional seperti ambulans, meskipun sedang tidak membawa pasien. Aparat setempat masih melakukan pendataan kerugian material serta memastikan arus lalu lintas kembali normal pascakejadian. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews