Anak Pelatih Valencia Dipastikan Korban Terakhir KM Putri Sakinah

Anak Pelatih Valencia Dipastikan Korban Terakhir KM Putri Sakinah

Bagikan:

LABUAN BAJO – Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Taman Nasional Komodo kembali menyisakan duka mendalam setelah identitas jenazah terakhir yang ditemukan di dalam badan kapal berhasil dipastikan. Jenazah tersebut merupakan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, warga negara asing asal Spanyol, yang diketahui sebagai salah satu anak dari Fernando Martin, Pelatih Valencia B, yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kecelakaan laut tersebut.

Kepastian identitas jenazah diperoleh melalui proses identifikasi forensik oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat bersama tim medis RSUD Komodo, Labuan Bajo. Proses ini dilakukan secara cermat dengan membandingkan data ante mortem dan post mortem, meskipun kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut akibat berada cukup lama di dalam badan kapal.

Kabidhumas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Kombes Pol Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa hasil identifikasi DVI memastikan korban berjenis kelamin laki-laki dan berusia sekitar 10 tahun.

“Berdasarkan hasil identifikasi DVI, korban dipastikan berjenis kelamin laki-laki dan berusia 10 tahun, serta merupakan WNA asal Spanyol yang menjadi korban dalam laka laut KM Putri Sakinah,” kata Hendry, Rabu (07/01/2026) pagi.

Ia menambahkan, tim DVI menemukan sejumlah ciri medis dan odontologi yang menjadi bukti primer penetapan identitas, termasuk temuan gigi palsu pada bagian geraham. Ciri tersebut menjadi penanda penting dalam proses identifikasi, mengingat kondisi jenazah yang sudah tidak memungkinkan untuk dikenali secara visual.

Polda NTT juga menyatakan komitmennya untuk menghormati permintaan keluarga korban. “Polda NTT menghormati permintaan keluarga korban agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik dalam dokumentasi visual maupun pemberitaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan perlindungan terhadap korban anak,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Henry menegaskan bahwa pimpinan Polda NTT memberikan perhatian khusus terhadap seluruh rangkaian proses identifikasi. Polda memastikan tim DVI bekerja sesuai standar internasional dengan mengedepankan profesionalisme, ketelitian, serta aspek kemanusiaan, mengingat korban merupakan anak dan warga negara asing.

“Kapolda NTT memberikan atensi khusus kepada Tim DVI agar seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara akurat, transparan, dan bertanggung jawab, demi memberikan kepastian kepada keluarga korban,” jelasnya.

Jenazah tersebut ditemukan pada Selasa (06/01/2026) sekitar pukul 13.00 Wita di perairan Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Penemuan ini terjadi pada hari ke-12 pencarian korban kecelakaan laut KM Putri Sakinah yang tenggelam pada 26 Desember 2025 di perairan Padar Selatan.

Awalnya, seorang nelayan Pulau Komodo menemukan bangkai kamar kapal yang diduga bagian dari KM Putri Sakinah. Bangkai tersebut ditarik ke pesisir, dan setelah tercium bau menyengat, nelayan menemukan satu jenazah di dalamnya. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tim SAR gabungan.

Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dengan mengerahkan sejumlah armada, antara lain RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa SAR Maumere. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Komodo untuk dilakukan proses identifikasi secara menyeluruh.

Dengan teridentifikasinya jenazah terakhir ini, rangkaian pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah memasuki tahap akhir. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat penting akan aspek keselamatan pelayaran, khususnya di kawasan perairan wisata yang memiliki tingkat lalu lintas kapal cukup tinggi. Aparat berwenang diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus