Banjir Dayeuhkolot Belum Surut, Polisi Alihkan Arus ke Jalur Alternatif

Banjir Dayeuhkolot Belum Surut, Polisi Alihkan Arus ke Jalur Alternatif

Bagikan:

BANDUNG – Banjir akibat luapan Sungai Citarum masih merendam Jalan Raya Dayeuhkolot, Senin (13/04/2026), sehingga kendaraan roda dua belum dapat melintas di jalur utama penghubung Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Genangan setinggi 30 hingga 60 sentimeter memaksa aparat mengalihkan arus lalu lintas dan warga berjalan kaki menembus air demi melanjutkan aktivitas.

Jalan Raya Dayeuhkolot telah terendam sejak Jumat lalu akibat meningkatnya debit Sungai Citarum setelah hujan deras mengguyur wilayah Bandung Raya. Pantauan di lapangan menunjukkan hanya kendaraan roda empat dan truk yang masih dapat melewati ruas jalan tersebut, sementara sepeda motor tertahan di sejumlah titik.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung Ega Prayuda mengatakan pengalihan arus sudah diberlakukan sejak Jumat untuk kendaraan dari arah Kota Bandung menuju Kabupaten Bandung.

“Jadi, nanti kami arahkan ke sana dan keluar di Cibaduyut Kota Bandung atau daerah Kopo,” katanya, sebagaimana dilansir Kompas, Senin, (13/04/2026).

Untuk kendaraan dari arah Banjaran atau Dayeuhkolot menuju Kota Bandung, pengendara diarahkan melalui Jalan Rencong-Rancamanyar. Selain itu, arus juga dialihkan ke jalur Banjaran via Cisurung-Sayuran-Rancamanyar maupun ke jalur Ciparay melalui Bojongsoang-Simpang Siliwangi.

Meski jalur alternatif telah disiapkan, kemacetan panjang tetap terjadi di sepanjang Jalan Raya Bojongsoang menuju Baleendah dan Dayeuhkolot. Kondisi ini memicu antrean kendaraan dan memperlambat mobilitas warga.

Salah seorang warga, Nuri Satifa (37), mengaku terpaksa membatalkan perjalanan menggunakan sepeda motor menuju Kota Bandung setelah melihat genangan di sekitar jembatan terlalu tinggi untuk dilalui.

“Enggak mungkin dilewati kalau masih gini mah banjirnya, jadi ya ditembus saja jalan kaki ke pinggir,” ujarnya ditemui di lokasi.

Nuri menuturkan debit air naik secara bertahap sejak Sabtu sore setelah hujan deras mengguyur kawasan Bandung Raya. Menurutnya, pada Sabtu malam jalan masih dapat dilalui karena genangan hanya setinggi mata kaki.

“Memang Sabtu bisa dilewatin, tapi macet karena ada yang berhenti, ada yang cari jalur lain. Kalau waktu Sabtu aku maksain saja karena masih semata kaki,” terang dia.

Warga lain, Soni Sutarna (49), menyebut banjir kali ini sebenarnya sudah dapat diprediksi dari genangan kecil yang muncul sejak Jumat malam.

“Dua hari kemarin sudah ada genangan. Kalau hujan kaya kemarin itu sudah menjadi penanda. Pastinya imbasnya, Jalan Raya Dayeuhkolot dipastikan akan terendam total,” katanya.

Banjir yang belum surut ini kembali menunjukkan tingginya kerentanan kawasan Dayeuhkolot terhadap luapan Sungai Citarum, sekaligus berdampak langsung pada mobilitas ribuan warga dan aktivitas ekonomi di jalur vital tersebut. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa