PASURUAN – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan hingga Rabu (21/01/2026) pagi masih menyisakan genangan air dengan ketinggian yang cukup signifikan. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama di wilayah-wilayah langganan banjir yang berada di sepanjang aliran sungai dan kawasan dataran rendah. Tidak seperti kejadian sebelumnya yang relatif cepat surut, banjir kali ini bertahan lebih lama akibat kombinasi curah hujan tinggi dan fenomena pasang air laut.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, genangan air masih terpantau di sejumlah desa yang tersebar di Kecamatan Winongan, Grati, dan Rejoso. Ketinggian air di beberapa titik bahkan masih mencapai hingga satu meter. Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Kecamatan Gondangwetan yang dilaporkan sudah bebas dari genangan sejak pagi hari.
Kecamatan Winongan menjadi wilayah dengan jumlah titik genangan terbanyak. Di Desa Bandaran, tepatnya di Dusun Mayangbang dan Dusun Gambiran, air masih menggenangi permukiman warga dengan ketinggian sekitar 50 hingga 100 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Prodo dengan ketinggian air antara 40 hingga 80 sentimeter. Sementara itu, di Desa Winongan Kidul dan Winongan Lor, genangan bervariasi mulai dari 20 hingga 75 sentimeter. Situasi ini membuat sebagian warga memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Di Kecamatan Grati, banjir masih merendam Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon. Genangan setinggi 50 hingga 80 sentimeter berdampak pada sedikitnya 258 kepala keluarga. Aktivitas warga terganggu, terutama akses jalan lingkungan dan fasilitas umum yang masih tergenang air. Selain itu, di Kecamatan Rejoso, Desa Kawisrejo khususnya Dusun Raket tercatat mengalami genangan setinggi sekitar 70 sentimeter yang memengaruhi 150 kepala keluarga. Enam dusun di Desa Toyaning juga belum sepenuhnya bebas dari banjir, dengan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 70 sentimeter.
Kondisi lebih baik dilaporkan dari Kecamatan Gondangwetan. Sejumlah wilayah yang biasanya menjadi titik genangan, seperti permukiman di Desa Sekarputih, Desa Ranggeh, Kelurahan Gondangwetan, dan Desa Pekangkungan, telah dilaporkan surut total. Warga di wilayah tersebut mulai melakukan pembersihan rumah dan lingkungan dari sisa lumpur serta sampah yang terbawa arus banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu dan hilir pada Selasa (20/01/2026) sore. Kondisi tersebut diperparah oleh pasangnya air laut yang menghambat aliran sungai menuju muara.
“Curah hujan yang cukup tinggi dan adanya air laut yang sedang pasang menyebabkan aliran air dari Sungai Rejoso terhambat masuk ke laut. Hal ini memicu backwater atau aliran balik yang menggenangi pemukiman warga di sekitar aliran sungai,” ujar Sugeng dalam keterangannya, Rabu (21/01/2026).
BPBD Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemantauan di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat. Warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi debit air sungai dan mengikuti arahan petugas demi menghindari risiko yang lebih besar. []
Diyan Febriana Citra.

