Bocah 11 Tahun Hilang di Sungai Mahakam, Diduga Diterkam Buaya

Bocah 11 Tahun Hilang di Sungai Mahakam, Diduga Diterkam Buaya

Bagikan:

TENGGARONG – Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar), relawan, dan warga melakukan pencarian intensif terhadap seorang bocah laki-laki bernama Habi (11), warga RT 2, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, yang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Mahakam, Minggu (29/03/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Korban diduga terseret arus saat mengambil bola yang jatuh ke sungai, dengan dugaan sementara diterkam buaya.

Peristiwa bermula ketika korban berusaha mengambil bola yang jatuh ke perairan Sungai Mahakam. Saat berada di tepi sungai, Habi diduga terpeleset dan terseret arus hingga ke bagian tengah sungai.

Dalam kondisi panik, korban sempat berteriak meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar lokasi. Namun, teriakan tersebut pada awalnya disangka candaan oleh warga sekitar.

Tidak lama kemudian, korban menghilang dari permukaan air. Warga yang menyadari situasi darurat segera berupaya memberikan pertolongan, tetapi korban sudah tidak terlihat lagi.

Dugaan adanya serangan buaya menguat setelah sejumlah warga mengaku telah melihat keberadaan predator tersebut di tengah sungai sejak siang hari.

“Dikira orang dia ditarik buaya, karena memang dari siang ada buaya di tengah itu,” ujar salah satu warga, Ani, sebagaimana diwartakan sumber berita, Minggu (29/03/2026).

Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Kukar, Eko Suryawinata, membenarkan adanya laporan bocah hilang tenggelam tersebut. Menurutnya, warga bersama relawan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga ke arah hilir sungai menggunakan peralatan seadanya.

“Kami masih berkoordinasi dengan Basarnas, pencarian sementara malam ini dilakukan warga dan relawan menyisir lokasi sekitar,” tegas Eko.

Saat ini, tim gabungan BPBD Kukar dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperluas area pencarian di sepanjang aliran Sungai Mahakam. Upaya pencarian difokuskan pada titik korban terakhir terlihat dan area yang diduga menjadi lintasan arus.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Mahakam untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak saat bermain di dekat sungai, mengingat potensi arus deras dan kemunculan buaya di kawasan tersebut cukup tinggi. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa