PASURUAN – Upaya pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan hilang di wilayah Pasuruan, Jawa Timur, berakhir dengan kabar duka. Korban bernama Muhammad Sofa Alfian (13), warga Dusun Beringin, Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (10/03/2026) pagi.
Remaja tersebut sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga bermain di area kubangan bekas galian C yang berada di sekitar desanya. Proses pencarian yang dilakukan oleh tim penyelamat akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan mengapung di tengah kubangan yang memiliki kedalaman cukup tinggi.
Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan melakukan proses evakuasi sekitar pukul 08.55 WIB.
“Korban ditemukan meninggal dunia tepat pukul 08.55 WIB,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.
Menurut Sugeng, pencarian terhadap korban sebenarnya sudah dimulai sejak Senin (09/03/2026) malam setelah laporan diterima dari pihak desa dan keluarga korban. Namun proses pencarian sempat dihentikan sementara karena kondisi di lokasi yang sangat gelap dan berisiko bagi tim penyelamat.
Petugas kemudian melanjutkan operasi pencarian pada Selasa (10/03/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Dengan melakukan penyisiran di sekitar kubangan bekas galian, tim akhirnya menemukan tubuh korban.
“Tadi malam pencarian dihentikan pukul 23.00 WIB. Kemudian kami lanjutkan kembali pagi tadi pukul 06.00 WIB. Setelah penyisiran intensif, korban akhirnya ditemukan,” jelasnya.
Kubangan yang menjadi lokasi kejadian diketahui merupakan bekas aktivitas penambangan galian C yang sudah tidak digunakan. Kedalaman air di lokasi tersebut cukup berbahaya, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitarnya.
Saat proses evakuasi berlangsung, suasana haru menyelimuti lokasi kejadian. Sejumlah anggota keluarga dan warga yang sejak pagi menunggu di sekitar kubangan tidak dapat menahan kesedihan ketika petugas berhasil menemukan jasad korban.
Tangis keluarga pecah saat tubuh korban yang telah kaku diangkat oleh petugas dari dalam kubangan. Jasad remaja tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah sebelum dibawa untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk jenazah kami serahkan ke keluarga setelah diperiksa kondisinya langsung oleh pihak kepolisian,” pungkas Sugeng.
Peristiwa hilangnya Alfian pertama kali diketahui setelah keluarga menyadari bahwa korban tidak kunjung pulang ke rumah hingga sore hari. Kecurigaan semakin menguat setelah warga menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban di sekitar lokasi kubangan bekas galian.
Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada pihak desa. Tidak lama kemudian, muncul laporan bahwa ada anak yang terpeleset saat bermain di area bekas galian C milik PT Gorip.
Mendapatkan informasi tersebut, aparat desa bersama keluarga korban segera melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kabupaten Pasuruan.
Tim penyelamat kemudian langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian pada malam hari. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada keesokan paginya, meski korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan potensi bahaya yang terdapat di area bekas galian tambang, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan di lokasi tersebut. []
Diyan Febriana Citra.

