TENGGARONG – Upaya memperkuat fondasi ekonomi desa kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Bupati Aulia Rahman Basri melakukan kunjungan kerja ke Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Minggu (22/02/2026) sore. Kunjungan ini sekaligus menandai diresmikannya tiga fasilitas strategis yang diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Dalam agenda tersebut, Bupati meresmikan Gerai Koperasi Merah Putih, Pasar Desa Tanah Datar, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) desa. Ketiga fasilitas ini dinilai saling terintegrasi dalam mendukung aktivitas ekonomi warga, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok hingga distribusi energi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan Gedung Koperasi Merah Putih. Setelah memastikan kesiapan sarana dan prasarana, Bupati melakukan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita sebagai simbol dimulainya operasional koperasi tersebut. Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis kerakyatan di tingkat desa.
Usai peresmian koperasi, rombongan Bupati melanjutkan kegiatan ke Pasar Desa Tanah Datar. Pasar ini diproyeksikan menjadi pusat transaksi dan pertemuan ekonomi masyarakat setempat, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk mereka tanpa harus bergantung pada pasar di luar desa.
Agenda kunjungan kerja kemudian berlanjut ke SPBU Desa Tanah Datar. Selain meresmikan fasilitas pengisian bahan bakar tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan belanja hibah sebesar Rp300 juta kepada Pondok Pesantren Hidayatulloh. Kegiatan diakhiri dengan tausiah, buka puasa bersama, serta salat Magrib berjamaah yang berlangsung khidmat bersama masyarakat dan tokoh setempat.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa peresmian tiga fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah pedesaan.
“Gerai Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar tempat belanja, tetapi menjadi pusat penguatan ekonomi rakyat. Di dalamnya ada gerai sembako, apotek, layanan simpan pinjam, hingga distribusi logistik. Ini kita hadirkan untuk memudahkan masyarakat dan menekan biaya kebutuhan pokok,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan pasar desa dan SPBU akan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran aktivitas ekonomi warga. Menurutnya, akses yang lebih dekat terhadap kebutuhan pokok dan bahan bakar akan sangat membantu nelayan, petani, serta pelaku usaha kecil di Kecamatan Muara Badak.
“Kita ingin desa tumbuh mandiri. Infrastruktur ekonomi harus lengkap, mulai dari koperasi, pasar, hingga BBM. Dengan begitu, perputaran ekonomi terjadi di desa dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap pengelolaan fasilitas tersebut dapat dilakukan secara profesional dan berkelanjutan, dengan melibatkan peran aktif masyarakat desa. Dengan demikian, keberadaan koperasi, pasar, dan SPBU tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi benar-benar menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat daya saing desa di Kabupaten Kutai Kartanegara. []
Diyan Febriana Citra.

