MAGETAN – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Tol TransJawa wilayah Jawa Timur. Sebuah bus penumpang antarprovinsi terlibat tabrakan hebat dengan truk tronton bermuatan pupuk di ruas Solo–Surabaya, tepatnya di Kilometer 594, Desa Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Sabtu (31/01/2026) dini hari. Insiden ini mengakibatkan puluhan penumpang mengalami luka-luka dan menimbulkan kerusakan parah pada kendaraan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.50 WIB, saat bus Mila jurusan Banyuwangi–Yogyakarta melaju dari arah Surabaya menuju Solo. Dalam kondisi lalu lintas relatif lengang, bus tiba-tiba menghantam bagian belakang truk tronton yang berada di jalur yang sama. Benturan keras tidak dapat dihindari, menyebabkan bagian depan bus ringsek parah dan kabin sopir hancur.
Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Timur menyebut dugaan awal kecelakaan berkaitan dengan faktor kelelahan pengemudi bus. Hilangnya konsentrasi saat berkendara di waktu dini hari menjadi perhatian utama dalam penyelidikan awal aparat.
“Dugaan awal sopir bus mengantuk sehingga menabrak truk di depannya,” kata Iptu Yudhihartono.
Akibat benturan tersebut, sopir bus bernama Abdul Kahar (35), warga Probolinggo, terjepit di dalam kabin kendaraan. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi bodi bus yang ringsek berat. Petugas membutuhkan waktu hampir dua jam untuk mengeluarkan korban menggunakan peralatan khusus.
Selain sopir, para penumpang bus juga terdampak cukup serius. Tercatat 23 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Para korban langsung dievakuasi dan dibawa ke sejumlah rumah sakit di wilayah Ngawi dan Madiun untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebanyak 14 korban, termasuk sopir bus dan sopir truk, dirawat di RSUD dr Soeroto Ngawi. Sepuluh penumpang lainnya dibawa ke RS Widodo Ngawi, sementara satu korban dirujuk ke rumah sakit di Madiun. Proses distribusi korban dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis secepat mungkin sesuai kondisi masing-masing.
Kondisi Abdul Kahar dilaporkan cukup serius. Ia mengalami patah tulang pada kedua tangan dan kaki sehingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, sopir truk tronton, Roni Febriandra (41), warga Padang, Sumatera Barat, juga mengalami luka akibat benturan dan saat ini masih menjalani perawatan medis.
Kecelakaan ini sempat menyebabkan gangguan arus lalu lintas di ruas tol tersebut. Petugas kepolisian dan pengelola jalan tol melakukan pengamanan lokasi, pengaturan arus kendaraan, serta pembersihan puing-puing kendaraan untuk mencegah kemacetan panjang.
Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Magetan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan terhadap saksi, kondisi kendaraan, serta rekaman pendukung lainnya menjadi bagian dari proses penyidikan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya faktor keselamatan berkendara, terutama di jalur tol dan pada waktu rawan seperti dini hari. Kondisi fisik pengemudi, manajemen waktu istirahat, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan menjadi faktor krusial dalam mencegah kecelakaan lalu lintas fatal di jalan raya. []
Diyan Febriana Citra.

