DIY Diguncang Gempa Dua Kali pada Dini Hari

DIY Diguncang Gempa Dua Kali pada Dini Hari

Bagikan:

YOGYAKARTA – Aktivitas seismik kembali tercatat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (11/02/2026) dini hari. Dalam selang waktu kurang dari satu jam, dua gempa bumi terjadi di dua kabupaten berbeda, yakni Sleman dan Gunungkidul. Meski berkekuatan kecil, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah DIY masih berada dalam kawasan rawan gempa akibat aktivitas tektonik.

Gempa pertama terjadi di wilayah Kabupaten Sleman pada pukul 03.21 WIB dengan kekuatan 2,1 magnitudo. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 7,69 Lintang Selatan dan 110,39 Bujur Timur, atau sekitar 2 kilometer timur laut Sleman. Gempa tersebut tercatat terjadi pada kedalaman 11 kilometer.

Guncangan yang terjadi tergolong lemah dan tidak dilaporkan menimbulkan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Namun, sebagian warga yang terjaga pada waktu tersebut mengaku merasakan getaran ringan, terutama di wilayah yang dekat dengan pusat gempa.

Tidak lama berselang, gempa kedua kembali terjadi pada pukul 03.47 WIB, kali ini mengguncang wilayah Kabupaten Gunungkidul. Kekuatan gempa tercatat sebesar 2,0 magnitudo. Pusat gempa berada di koordinat 8,39 Lintang Selatan dan 110,58 Bujur Timur, atau sekitar 44 kilometer barat daya Gunungkidul, dengan kedalaman 12 kilometer.

Dengan terjadinya dua gempa dalam waktu berdekatan, BMKG mencatat aktivitas seismik ini sebagai fenomena yang masih dalam kategori wajar untuk wilayah DIY yang secara geologis berada di zona pertemuan lempeng dan jalur sesar aktif.

BMKG menegaskan bahwa data awal gempa yang dirilis bersifat sementara dan masih berpotensi mengalami perubahan seiring proses pemutakhiran data seismik.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian keterangan BMKG di akun X, @infoBMKG.

Meski kekuatan gempa tergolong kecil, para ahli kebencanaan mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana. Aktivitas gempa dengan magnitudo rendah kerap menjadi bagian dari dinamika pergerakan lempeng bumi yang tidak selalu berujung pada gempa besar, tetapi tetap perlu diantisipasi.

Wilayah DIY sendiri dikenal sebagai daerah yang memiliki sejarah aktivitas gempa, baik yang berskala kecil maupun besar. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko jika terjadi gempa yang lebih kuat di kemudian hari. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga terus mengimbau warga untuk memahami prosedur keselamatan saat gempa, termasuk mengenali jalur evakuasi, titik kumpul, serta langkah-langkah penyelamatan diri.

Dalam konteks mitigasi bencana, kejadian gempa dini hari ini juga menjadi pengingat pentingnya sistem peringatan dini, edukasi kebencanaan, serta kesiapan infrastruktur. Bangunan yang tahan gempa, tata ruang yang memperhatikan risiko bencana, dan kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membangun wilayah yang tangguh terhadap bencana alam.

Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan infrastruktur maupun korban akibat dua gempa tersebut. Aktivitas masyarakat di Sleman dan Gunungkidul juga dilaporkan kembali normal setelah guncangan berlalu. Meski demikian, BMKG tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun gempa berkekuatan kecil, kewaspadaan tetap menjadi keharusan. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi pemerintah sebagai sumber utama informasi kebencanaan yang akurat dan tepercaya. []

Diyan Febriana Citra

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews