SEMARANG — Operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan akhirnya berakhir duka setelah dua remaja yang dilaporkan tenggelam di Sungai Dukuh Ngambleg, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya aktivitas bermain di sungai, terutama saat debit air dan arus meningkat.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menyampaikan bahwa kedua korban ditemukan pada lokasi dan waktu yang berbeda setelah upaya pencarian intensif sejak laporan pertama diterima. Pencarian dilakukan menyusul laporan tenggelamnya dua remaja pada Rabu (18/02/2026), saat mereka bermain dan mandi di tepian sungai.
“Kepala Kantor SAR Semarang Budiono di Semarang, Jumat, mengatakan, korban Levi Hengki Kurniawan dan Adi Aryaguna warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, ditemukan di dua tempat dan waktu yang berbeda.”
Menurut Budiono, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan setempat langsung melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran sungai. Metode pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai menggunakan perahu karet, pemantauan dari darat, serta koordinasi dengan warga yang memahami karakter aliran sungai tersebut.
Korban pertama yang ditemukan adalah Adi Aryaguna.
“Korban Ady Aryaguna ditemukan pertama pada Kamis sekitar pukul 21.15 WIB.”
Lokasi penemuan korban berada cukup jauh dari titik awal kejadian.
“Korban ditemukan sekitar 3,5 km dari lokasi awal dilaporkan hilang,” katanya.
Setelah korban pertama ditemukan, tim SAR tidak menghentikan operasi. Pencarian kembali dilanjutkan hingga Jumat (20/02/2026) dini hari dengan mempertimbangkan kemungkinan korban lain terseret arus lebih jauh. Kondisi malam hari, minimnya pencahayaan, serta arus sungai yang masih cukup kuat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Korban kedua, Levi Hengki Kurniawan, akhirnya ditemukan beberapa jam kemudian.
“Korban Levi Hengki Kurniawan ditemukan pada pukul 01.30 WIB di titik sekitar 3,6 km dari lokasi pertama kali dilaporkan hilang.”
Setelah ditemukan, jenazah kedua korban segera dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Jenazah kedua korban, lanjut dia, sudah dibawa untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga.”
Dari keterangan awal yang dihimpun, kedua remaja berusia 15 tahun tersebut tenggelam saat bermain dan mandi di tepian sungai. Saat kejadian, kondisi arus sungai cukup deras dengan kedalaman sekitar dua meter, sehingga korban diduga tidak mampu menyelamatkan diri ketika terseret arus.
Insiden ini menambah daftar kejadian kecelakaan air di wilayah pedesaan yang kerap terjadi saat cuaca tidak menentu. Pihak SAR mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai. Sungai yang tampak tenang di permukaan bisa menyimpan arus bawah yang kuat dan berbahaya.
Budiono juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan air sejak dini, terutama di daerah yang memiliki banyak aliran sungai. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat lebih waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar. []
Diyan Febriana Citra.

