SAMARINDA — Kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman padat di Samarinda kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya pada malam hari. Insiden kebakaran yang melanda Jalan Wijaya Kusuma 10, RT 17, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (20/02/2026) malam, menyebabkan dua rumah warga hangus terbakar dan berdampak langsung terhadap kehidupan tiga kepala keluarga.
Api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 23.20 Wita. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan mengancam bangunan lain di sekitarnya. Warga yang melihat kejadian tersebut segera melapor ke petugas pemadam kebakaran, sembari berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang yang masih bisa dijangkau.
Komandan Pos 3 Disdamkarmat Kota Samarinda, Tri Indarto, mengatakan laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti oleh tim yang sedang siaga. Petugas bergerak cepat menuju lokasi kejadian meski kondisi malam hari dan akses jalan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri.
“Kita menangani kebakaran di Jalan Wijaya Kusuma 10, informasi kita terima kejadian di jam 23.20. Untuk sementara ini yang terbakar dua buah rumah dengan jumlah KK kurang lebih 16 jiwa,” ujarnya.
Menurut Tri, proses pemadaman tidak berlangsung singkat. Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan dan tidak menyisakan potensi titik api yang bisa kembali menyala. Upaya tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat jarak antarrumah yang relatif rapat.
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama di lapangan adalah akses menuju lokasi kebakaran yang sempit. Kondisi tersebut menyulitkan pergerakan armada pemadam kebakaran untuk menjangkau titik api secara optimal. Selain itu, keterbatasan sumber air di kawasan tersebut turut memengaruhi kecepatan pemadaman.
“Kendalanya tidak terlalu signifikan, hanya akses jalan yang sempit, yang kedua mungkin salah satu sumber air yang sangat minim di daerah Wijaya Kusuma,” jelas Tri.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas mengerahkan sedikitnya lima unit armada dari dua posko pemadam kebakaran. Selain itu, unsur pemadam kebakaran mandiri (PMK), relawan, serta satuan terkait lainnya turut membantu di lokasi. Sinergi antarpihak ini dinilai cukup efektif dalam menekan perluasan api.
Peran aktif warga sekitar juga mendapat apresiasi dari petugas. Warga secara spontan membantu membuka akses jalan, mengamankan area sekitar, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal di dalam rumah yang terbakar.
“Alhamdulillah warga yang ada di sini masih sigap membantu kita dalam melakukan penanganan dengan memberikan akses jalan untuk kita bisa menuju titik terdekat api yang terbakar,” tambah Tri.
Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini, kebakaran tersebut berdampak besar terhadap para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Sebanyak 16 jiwa dari tiga kepala keluarga terdampak kini membutuhkan bantuan darurat, baik berupa tempat tinggal sementara maupun kebutuhan dasar lainnya.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Tri menyampaikan bahwa dugaan awal mengarah pada bagian dapur salah satu rumah. Namun, kepastian mengenai sumber api masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dengan akses terbatas. Petugas mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dan peralatan dapur dalam kondisi aman, serta segera melaporkan jika terjadi keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. []
Diyan Febriana Citra.

