Dubes Kanada Tinjau Program Tablet Tambah Darah di Bandung

Dubes Kanada Tinjau Program Tablet Tambah Darah di Bandung

Bagikan:

BANDUNG – Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, melakukan kunjungan ke SMPN 43 Kota Bandung pada Jumat (13/03/2026). Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung pelaksanaan program suplementasi tablet tambah darah bagi remaja putri yang dijalankan di lingkungan sekolah.

Agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kedutaan Besar Kanada selama beberapa hari di Bandung. Selama tiga hari, sejumlah unit dari Kedutaan Kanada menjalankan berbagai aktivitas kerja serta layanan diplomatik di kota tersebut.

Menurut Dutton, kehadiran tim Kedutaan Besar Kanada di Bandung tidak berarti memindahkan kantor kedutaan secara permanen. Namun, selama beberapa hari berbagai program diplomatik dan kerja sama dilakukan langsung dari kota tersebut.

“Kami belum memindahkan perabot dan bangunan kedutaan, tetapi selama tiga hari ini kami menjalankan berbagai program dan aktivitas di Bandung,” ujarnya.

Selama berada di Bandung, Dutton menjalani sejumlah agenda penting. Selain meninjau program kesehatan di sekolah, ia juga bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Barat, berdialog dengan kalangan pelaku usaha, serta mengunjungi Universitas Katolik Parahyangan.

Ia juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika yang merupakan salah satu lokasi bersejarah bagi hubungan internasional dan diplomasi global.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Kanada dan Indonesia, khususnya di tingkat daerah.

Kunjungan ke SMPN 43 Bandung difokuskan pada peninjauan implementasi program pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri. Program ini didukung oleh Nutrition International yang berkantor pusat di Kanada.

Program tersebut bertujuan membantu mencegah anemia pada remaja putri dengan memastikan mereka memperoleh asupan zat besi yang cukup. Masa remaja dianggap sebagai periode penting dalam proses pertumbuhan sehingga kebutuhan gizi harus dipenuhi secara optimal.

“Kami sangat bangga dapat bermitra dengan pemerintah Indonesia, pemerintah Jawa Barat, Nutrition International, serta pihak sekolah dalam implementasi program ini,” kata Dutton.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Kedutaan Kanada meninjau langsung berbagai aktivitas sekolah yang berkaitan dengan program pemenuhan gizi, termasuk proses pemberian tablet tambah darah kepada para siswa.

Sementara itu, Country Director Nutrition International untuk Indonesia, Herrio Hattu, menjelaskan bahwa organisasinya telah bekerja di Indonesia sejak tahun 2006.

Menurutnya, program suplementasi tablet tambah darah mulai diujicobakan pada 2015 di beberapa wilayah di Jawa Barat, termasuk Purwakarta dan Cimahi. Program tersebut kemudian berkembang dan menjadi bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kesehatan remaja.

Herrio menegaskan bahwa penyediaan tablet tambah darah sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah. Sementara itu, Nutrition International berperan memperkuat sistem pelaksanaan program.

“Peran kami lebih kepada memperkuat sistem agar program ini berjalan baik, termasuk memastikan pencatatan dan pelaporan serta peningkatan kapasitas para penyedia layanan,” ujar Herrio.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama berbagai pihak, termasuk kementerian, pemerintah daerah, sekolah, serta organisasi internasional.

Herrio menyebut Jawa Barat menjadi salah satu fokus pelaksanaan program karena merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Sekitar 20 persen populasi nasional berada di wilayah tersebut, sehingga perbaikan indikator kesehatan remaja di Jawa Barat dinilai akan memberikan dampak signifikan secara nasional.

“Jika kita dapat memperbaiki indikator kesehatan remaja di Jawa Barat, maka kontribusinya akan sangat besar bagi perbaikan kondisi kesehatan di tingkat nasional,” katanya.

Menurut Herrio, berbagai inovasi dan praktik baik yang dikembangkan di Jawa Barat dapat menjadi model untuk diterapkan di daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat.

“Banyak hal yang kami lakukan bersama pemerintah Jawa Barat, dan semua ini hanya bisa berhasil melalui kolaborasi,” pungkasnya.

Program suplementasi tablet tambah darah di sekolah diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pentingnya gizi bagi remaja, sekaligus membantu menekan angka anemia di kalangan pelajar perempuan di Indonesia. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews