Empat Warga Deiyai Dibacok OTK, Dua Orang Meninggal Dunia

Empat Warga Deiyai Dibacok OTK, Dua Orang Meninggal Dunia

Bagikan:

MIMIKA – Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif atas insiden penyerangan menggunakan senjata tajam yang menimpa empat warga di Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (28/01/2026) sore itu menimbulkan korban jiwa dan kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan wilayah setempat.

Peristiwa pembacokan tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni Waghete II dan Kampung Yomeni. Kepolisian Resor Deiyai memastikan bahwa dari empat korban, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil selamat meski mengalami luka serius akibat serangan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Deiyai, Iptu Muhammad Dito Anugrah, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa aparat kepolisian langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Iya benar, sementara kami masih di TKP. Dua orang selamat atas nama Aruadi dan Anderias. Sementara dua lainnya meninggal dunia atas nama Adi dan Maikel Rumaseb,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (28/01/2026) malam.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun penyidik, salah satu korban selamat, Aruadi, menjadi saksi kunci dalam pengungkapan kasus ini. Dito menjelaskan bahwa Aruadi mengalami serangan saat melintas di Kampung Ataouda, Distrik Tigi, ketika sedang berjalan kaki pulang dari tempat kerja.

“Menurut kesaksian korban yang berhasil selamat atas nama Aruadi, saat korban pulang kerja dalam keadaan berjalan kaki tiba-tiba dari arah belakang pelaku yang berjumlah 2 orang menggunakan sepeda motor menusuk korban dengan menggunakan benda tajam,” kata Dito.

Ia menambahkan, luka yang dialami Aruadi cukup serius karena mengenai bagian wajah. “Luka tusukan tersebut berada di pipi sebelah kanan. Setelah pelaku menusuk benda tajam tersebut ke pipi sebelah kanan korban, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor yang dikendarainya,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dua korban lainnya yang meninggal dunia, kepolisian menyatakan masih mendalami kronologi kejadian secara menyeluruh. Aparat belum dapat memastikan apakah kedua insiden tersebut saling berkaitan atau dilakukan oleh pelaku yang sama.

“Sementara masih dalam penyelidikan. Untuk korban selamat lainnya masih dalam tahap pemulihan maka anggota Sat Reskrim masih menunggu pemulihan korban tersebut untuk meminta keterangan secara lengkap,” ujar Dito.

Dalam perkembangan terbaru, kepolisian telah mengamankan dua orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Namun, identitas dan peran masing-masing terduga pelaku belum diungkap ke publik karena masih dalam proses pendalaman.

“Sejauh ini ada dua terduga pelaku yang kami amankan. Nanti akan kami sampaikan,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga meningkatkan patroli keamanan di wilayah Distrik Tigi dan sekitarnya guna mencegah terulangnya kejadian serupa serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Aparat mengimbau warga untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus