SAMARINDA – Penyelidikan kematian seorang pria yang ditemukan membusuk di dalam kamar terkunci di Jalan S. Parman Gang 2, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, terus didalami aparat kepolisian setelah hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan tanda kekerasan.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (26/03/2026) sekitar pukul 18.45 Wita itu pertama kali terungkap dari laporan warga yang mencium bau menyengat dari dalam rumah korban. Petugas dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda bersama Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Perwira Pengamanan dan Patroli (Pamapta) II Polresta Samarinda Ilham Satria Brajanata mengatakan laporan masyarakat menjadi dasar penanganan awal. “Kami mendapat laporan terkait adanya penemuan mayat di Jalan S. Parman Gang 2,” ujarnya, sebagaimana dilansir Tribun, Kamis (26/03/2026).
Dari hasil pemeriksaan sementara, kondisi jasad korban telah membengkak dan diperkirakan meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum ditemukan. “Kondisinya sudah membengkak, diperkirakan meninggal lebih dari tiga hari, dan berada di dalam kamar yang terkunci,” jelasnya.
Ia menambahkan, korban diketahui tinggal bersama keluarganya, namun saat penemuan, tidak ada anggota keluarga di dalam kamar tersebut. “Korban ini tinggal bersama keluarganya, tetapi saat ditemukan mereka tidak berada di dalam kamar tersebut,” ungkapnya.
Sejauh ini, aparat belum menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun akan kita lanjutkan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Ilham.
Sementara itu, Ketua Rukun Tetangga (RT) 36 Gunung Kelua, Tirmidzi, menyebut korban dikenal tertutup dan jarang beraktivitas di luar rumah. Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga korban sebelumnya menyampaikan kondisi kesehatan korban yang menurun. “Dia itu jarang keluar rumah. Informasi dari keluarga, dia memang sakit,” ujarnya.
Tirmidzi menambahkan, korban hampir selalu berada di dalam kamar sehingga kondisi tersebut tidak langsung menimbulkan kecurigaan warga. “Selalu di rumah. Heran juga ya? Tapi gak bisa apa-apa gitu ya?” katanya.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda guna menjalani visum dan pemeriksaan forensik lanjutan. Polisi memastikan proses penyelidikan masih berlangsung dengan mengumpulkan keterangan tambahan dari pihak keluarga dan saksi di sekitar lokasi. []
Redaksi05

