Gempa Dini Hari Guncang Daruba dan Sumbawa, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Dini Hari Guncang Daruba dan Sumbawa, Tak Berpotensi Tsunami

Bagikan:

MALUKU UTARA – Aktivitas seismik kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat dini hari (02/01/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua kejadian gempa bumi yang mengguncang wilayah Indonesia bagian timur dan tengah, yakni di Daruba, Maluku Utara, serta di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gempa pertama tercatat terjadi di wilayah Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dengan kekuatan magnitudo 4,1. Berdasarkan rilis resmi BMKG yang disampaikan melalui akun media sosial X @infobmkg, gempa tersebut terjadi pada pukul 02.35.04 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa berada pada koordinat 2,48 Lintang Utara dan 127,74 Bujur Timur. Episentrum gempa terletak di laut, tepatnya sekitar 78 kilometer barat laut Daruba. Sementara itu, kedalaman gempa diperkirakan mencapai 137 kilometer, yang tergolong sebagai gempa menengah.

Dengan karakteristik tersebut, BMKG memastikan bahwa gempa yang mengguncang Daruba tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kendati demikian, getaran gempa sempat dirasakan oleh sebagian warga, terutama yang berada di wilayah pesisir dan permukiman yang relatif dekat dengan pusat gempa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Tidak berselang lama setelah gempa di Maluku Utara, gempa bumi lainnya kembali tercatat mengguncang wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Gempa kedua ini terjadi pada pukul 02.41.38 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,3.

Menurut data BMKG, gempa di Sumbawa berlokasi pada koordinat 8,27 Lintang Selatan dan 117,76 Bujur Timur. Pusat gempa berada di darat, sekitar 44 kilometer timur laut Sumbawa, dengan kedalaman relatif dangkal, yakni 29 kilometer.

Karena magnitudonya yang kecil, gempa di Sumbawa diperkirakan hanya dirasakan secara terbatas dan tidak menimbulkan dampak signifikan bagi aktivitas masyarakat. Sama seperti gempa di Daruba, BMKG menegaskan bahwa gempa di Sumbawa juga tidak berpotensi tsunami.

Rangkaian gempa ini kembali menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di wilayah Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), kawasan yang rawan aktivitas tektonik dan vulkanik. BMKG terus memantau aktivitas seismik di seluruh wilayah Indonesia selama 24 jam penuh untuk memastikan informasi kebencanaan dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat.

BMKG juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan gempa untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain dengan memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi, memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar keamanan, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh lembaga berwenang.

Dengan pemantauan berkelanjutan dan kewaspadaan bersama, diharapkan potensi risiko akibat bencana gempa bumi dapat diminimalkan. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews