Gempa M 3,1 Guncang Mandailing Natal, BMKG Imbau Waspada

Gempa M 3,1 Guncang Mandailing Natal, BMKG Imbau Waspada

MANDAILING NATAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Mandailing Natal pada Sabtu (30/08/2025) pagi. Gempa berkekuatan magnitudo 3,1 itu terjadi sekitar pukul 05.06 WIB dengan pusat gempa berada di laut.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut episentrum gempa berada di koordinat 0,51 lintang utara (LU) dan 99,22 bujur timur (BT), tepatnya 55 kilometer barat daya Mandailing Natal dengan kedalaman 60 kilometer.

“#Gempa Mag:3.1, 30-Aug-2025 05:06:16 WIB, Lok:0.51LU, 99.22BT (55 km BaratDaya Mandailing Natal-Sumut), Kedlmn:60 Km #BMKG,” demikian informasi resmi BMKG melalui kanal media sosialnya.

Kabupaten Mandailing Natal merupakan daerah yang secara geografis berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat dan memiliki ibu kota di Panyabungan. Jaraknya dengan Kota Medan sebagai pusat pemerintahan Provinsi Sumatera Utara diperkirakan mencapai 464 hingga 601 kilometer. Posisi tersebut membuat wilayah ini cukup dekat dengan jalur sesar aktif maupun zona subduksi di perairan barat Sumatera, sehingga berpotensi merasakan getaran gempa bumi meskipun dengan skala kecil.

Meskipun kekuatan gempa relatif kecil, sebagian warga di Mandailing Natal dilaporkan sempat merasakan guncangan ringan, terutama di wilayah pesisir. Namun, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami meminta warga tetap waspada, tetapi tidak perlu panik. Gempa berkekuatan kecil seperti ini biasanya tidak menimbulkan dampak serius,” kata seorang pejabat BPBD Mandailing Natal saat dihubungi, Sabtu pagi.

Sebagai daerah yang berada di kawasan rawan gempa, BMKG juga menekankan pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Upaya mitigasi, seperti mengenali jalur evakuasi, memahami langkah penyelamatan diri saat gempa, serta membangun bangunan tahan gempa, menjadi hal yang terus didorong oleh pemerintah daerah maupun lembaga terkait.

Fenomena gempa di Mandailing Natal kali ini kembali mengingatkan bahwa wilayah barat Sumatera, khususnya di sekitar jalur subduksi megathrust, merupakan daerah yang harus selalu siaga terhadap aktivitas seismik. Para ahli mengingatkan, meskipun gempa dengan magnitudo kecil sering kali tidak berbahaya, peristiwa ini bisa menjadi indikator adanya dinamika pergerakan lempeng yang lebih besar.

Dengan demikian, peran masyarakat dalam menjaga ketenangan, meningkatkan kewaspadaan, serta mendukung program mitigasi bencana menjadi kunci utama dalam meminimalisasi risiko jika gempa berskala besar terjadi di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Berita Daerah Hotnews