Gempa M 3,8 Guncang Pasaman, BMKG Imbau Waspada

Gempa M 3,8 Guncang Pasaman, BMKG Imbau Waspada

Bagikan:

PASAMAN – Gempa bumi kembali mengingatkan masyarakat Sumatra Barat akan potensi aktivitas seismik yang masih aktif di wilayah tersebut. Getaran dengan kekuatan sedang tercatat mengguncang Kabupaten Pasaman pada Kamis dini hari, 5 Februari 2026, sekitar pukul 04.52 WIB. Meski tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa, peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan warga di sejumlah daerah sekitar episentrum.

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kekuatan magnitude 3,8. Lokasi pusat gempa berada di daratan, sehingga getarannya cukup terasa meski tidak tergolong besar secara kekuatan.

“Pusat gempa berada di darat,” ungkap BMKG dalam laman resmi, Kamis, 5 Februari 2026.

BMKG juga menjelaskan bahwa titik gempa berada sekitar 7 kilometer barat daya Bonjol, Kabupaten Pasaman, dengan kedalaman 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal ini membuat guncangan cukup terasa di beberapa wilayah, meskipun durasinya tidak berlangsung lama.

Peta guncangan atau shake map yang dirilis BMKG menunjukkan bahwa getaran gempa dirasakan di empat wilayah Sumatra Barat dengan intensitas yang berbeda-beda. Di wilayah Agam dan Sikaping, getaran berada pada skala II–III MMI, yang berarti dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara itu, di Padang Panjang dan Bukittinggi, intensitas guncangan berada pada skala I–II MMI, yang umumnya hanya dirasakan oleh sebagian kecil warga dalam kondisi tertentu.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” pesan BMKG.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan, infrastruktur, maupun fasilitas publik akibat gempa tersebut. Aparat pemerintah daerah dan instansi terkait juga belum menerima laporan adanya korban luka atau korban jiwa.

Sejumlah warga mengaku sempat terbangun dari tidur akibat getaran gempa, meski sebagian besar menyebutkan bahwa guncangan berlangsung singkat dan tidak menimbulkan dampak berarti. Aktivitas masyarakat pada pagi hari pun terpantau kembali normal, dengan tidak adanya evakuasi atau penutupan akses jalan akibat kejadian tersebut.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama bagi wilayah-wilayah yang berada di zona rawan gempa seperti Sumatra Barat. Edukasi kebencanaan, kesiapan jalur evakuasi, serta pemahaman masyarakat tentang langkah penyelamatan diri saat gempa menjadi aspek penting dalam meminimalkan risiko apabila terjadi gempa dengan skala yang lebih besar di masa mendatang.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tetap merujuk pada sumber resmi dalam memperoleh data kebencanaan. Pemantauan aktivitas seismik akan terus dilakukan guna memastikan perkembangan situasi pascagempa. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews