PADANG – Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah barat Indonesia. Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,1 pada Rabu (21/01/2026) pagi. Guncangan tersebut tercatat terjadi pada pukul 10.02 WIB dan dirasakan di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa, meski tidak menimbulkan laporan kerusakan maupun korban jiwa.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipublikasikan melalui laman bmkg.go.id, pusat gempa berada di wilayah laut dengan jarak sekitar 83 kilometer arah timur laut Kepulauan Mentawai. Gempa tersebut memiliki kedalaman 48 kilometer dengan koordinat 1,26 Lintang Selatan dan 99,59 Bujur Timur.
BMKG menjelaskan bahwa gempa dengan magnitudo tersebut tergolong gempa menengah yang umumnya tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kendati demikian, masyarakat di wilayah terdampak tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.
Wilayah Kepulauan Mentawai memang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan gempa di Indonesia. Secara geografis, wilayah ini berada di zona subduksi aktif, tempat bertemunya Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Aktivitas pertemuan dua lempeng tersebut kerap memicu gempa bumi dengan variasi kekuatan dan kedalaman.
Gempa yang terjadi pada Rabu (21/01/2026) pagi tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat setempat dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat kesiapsiagaan bencana. Meskipun gempa kali ini tidak menimbulkan dampak signifikan, pengalaman bencana gempa besar dan tsunami yang pernah melanda Mentawai di masa lalu menjadi pelajaran berharga akan pentingnya mitigasi dan edukasi kebencanaan.
Sejumlah warga di pesisir Mentawai dilaporkan merasakan getaran ringan hingga sedang selama beberapa detik. Namun, aktivitas masyarakat kembali normal tidak lama setelah gempa terjadi. Aparat pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus memantau perkembangan situasi pascagempa untuk memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi terkait gempa bumi dan potensi dampaknya hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG dan instansi pemerintah terkait. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa, seperti menjauh dari bangunan yang berpotensi roboh, mencari tempat aman, serta mengikuti arahan petugas.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan kesiapan infrastruktur, sistem peringatan dini, serta jalur evakuasi, khususnya bagi wilayah pesisir yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam. Upaya tersebut menjadi bagian penting dari strategi pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan.
Dengan adanya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,1 ini, BMKG kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa. Meski tidak menimbulkan dampak besar, kejadian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di Indonesia masih terus berlangsung dan memerlukan perhatian bersama. []
Diyan Febriana Citra.

