FLORES TIMUR – Sejumlah bangunan di Kecamatan Adonara Timur dilaporkan mengalami kerusakan setelah gempa bumi bermagnitudo 4,7 mengguncang wilayah Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis dini hari, (09/04/2026). Berdasarkan pemantauan hingga pukul 05.40 WIB, getaran gempa juga diikuti puluhan gempa susulan yang meningkatkan kewaspadaan warga.
Gempa terjadi pada pukul 00.17 Wita. Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan pusat gempa berada di darat sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 5 kilometer. “Lokasi gempa berada pada koordinat 8,36 derajat lintang selatan dan 123,15 derajat bujur timur, atau tepatnya di darat sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka, NTT, dengan kedalaman 5 kilometer,” ujarnya.
Menurut hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah setempat. Guncangan dirasakan cukup nyata di Flotim dengan intensitas III–IV Modified Mercalli Intensity (MMI), sedangkan wilayah Lembata merasakan getaran dengan intensitas III MMI.
Pada skala tersebut, getaran terasa jelas di dalam rumah dan diibaratkan seperti kendaraan besar yang melintas. Laporan warga menunjukkan sebagian bangunan mengalami kerusakan, terutama di Kecamatan Adonara Timur.
BMKG juga mencatat telah terjadi 48 kali gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama. Kondisi ini membuat masyarakat diminta tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan guncangan lanjutan.
Informasi awal mengenai peristiwa ini sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis, (09/04/2026), menyebutkan kerusakan bangunan mulai teridentifikasi beberapa jam setelah gempa utama terjadi.
Warga diimbau menjauhi bangunan yang retak atau mengalami kerusakan struktural hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Pemerintah daerah bersama BMKG terus memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari gempa susulan. []
Redaksi05

