Gempa M 4,8 Guncang Seram Bagian Barat

Gempa M 4,8 Guncang Seram Bagian Barat

Bagikan:

MALUKU – Aktivitas seismik kembali tercatat di wilayah timur Indonesia. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 mengguncang Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pada Sabtu (14/02/2026) pukul 10.09 WIB. Getaran gempa dilaporkan berpusat di laut dengan kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada sekitar 35 kilometer barat laut Seram Bagian Barat. Titik koordinat gempa tercatat pada 2,81 Lintang Selatan dan 128,01 Bujur Timur. Lokasi pusat gempa yang berada di laut menyebabkan getaran dirasakan di sejumlah wilayah terdekat, terutama di Piru.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan detail parameter gempa yang terjadi. “Telah terjadi gempa bumi mag:4.8, lokasi:Pusat gempa berada di laut 35 Km baratlaut Seram Bagian Barat, waktu:14-Feb-26 10:09:45 WIB, kedlmn:10 Km, gempa ini dirasakan(MMI):II-III Piru,” tulis BMKG dikutip Sabtu (14/02/2026).

Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II–III yang dirasakan di Piru menunjukkan bahwa getaran terasa oleh beberapa orang di dalam rumah dan seolah-olah ada truk besar yang melintas. Pada tingkat ini, umumnya belum menimbulkan kerusakan bangunan, tetapi cukup untuk membuat warga menyadari adanya aktivitas gempa.

Hingga laporan ini disusun, belum terdapat informasi mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Aparat setempat masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi wilayah terdampak tetap aman dan terkendali.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. “Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG.

Wilayah Maluku memang dikenal sebagai salah satu daerah rawan gempa karena berada di zona pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Aktivitas gempa dengan magnitudo menengah seperti ini kerap terjadi sebagai bagian dari dinamika pergerakan lempeng. Meski demikian, masyarakat diimbau tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.

Sebagai langkah antisipasi, warga disarankan untuk memastikan bangunan tempat tinggal dalam kondisi aman, menghindari berada di dekat bangunan retak atau rapuh setelah gempa, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat. Edukasi mengenai prosedur penyelamatan diri saat gempa juga dinilai penting, terutama di wilayah yang memiliki riwayat aktivitas seismik tinggi.

BMKG menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat sebaiknya dikonfirmasi melalui kanal resmi untuk menghindari hoaks atau kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pemantauan aktivitas gempa akan terus dilakukan, dan pembaruan informasi akan disampaikan apabila terdapat perkembangan lanjutan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi, perlu terus ditingkatkan. Koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penanggulangan bencana, dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko apabila terjadi gempa dengan kekuatan yang lebih besar di kemudian hari. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews