Gempa M 5,1 Guncang Laut Banda Maluku Pagi Hari

Gempa M 5,1 Guncang Laut Banda Maluku Pagi Hari

Bagikan:

MALUKU – Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah timur Indonesia. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang kawasan Laut Banda, Maluku, pada Selasa (20/01/2026) pagi. Peristiwa tersebut tercatat terjadi pada pukul 05.15 WIB atau 07.15 WIT dan sempat dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah sekitar episenter.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 7,37 derajat Lintang Selatan dan 128,49 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut terletak sekitar 116 kilometer arah timur laut Maluku Barat Daya, dengan kedalaman mencapai 183 kilometer. Kedalaman tersebut menunjukkan bahwa gempa tergolong sebagai gempa menengah.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemutakhiran data, gempa tersebut tercatat memiliki magnitudo M 5,0.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Laut Banda,” ungkap Daryono dalam keterangan resmi, Selasa (20/01/2026) .

Menurut BMKG, kawasan Laut Banda memang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi. Hal ini disebabkan oleh pertemuan dan interaksi sejumlah lempeng besar yang memicu deformasi batuan di bagian dalam kerak bumi. Kondisi tersebut kerap memicu gempa bumi dengan kedalaman menengah hingga dalam.

Lebih lanjut, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki karakter pergerakan geser atau strike-slip. Mekanisme ini terjadi akibat pergeseran mendatar antarblok batuan di dalam lempeng. Kendati demikian, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak memicu ancaman lanjutan.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

Dari sisi dampak guncangan, BMKG mencatat bahwa wilayah Maluku Barat Daya merasakan gempa dengan intensitas III hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala tersebut, getaran dirasakan cukup jelas oleh banyak orang di dalam rumah, meskipun belum menyebabkan kepanikan luas. Sementara itu, di wilayah Maluku Tengah, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yang ditandai dengan getaran ringan dan bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung.

Skala MMI sendiri merupakan ukuran yang digunakan untuk menggambarkan tingkat guncangan dan dampak gempa bumi berdasarkan respons manusia, bangunan, dan lingkungan sekitar, berbeda dengan magnitudo yang mengukur energi gempa.

Hingga beberapa menit setelah kejadian, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun dirasakan oleh masyarakat, gempa tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap infrastruktur maupun aktivitas warga.

BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas seismik lanjutan di wilayah tersebut.

“Hingga pukul 05.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” pungkasnya.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Maluku dan sekitarnya agar tetap tenang namun waspada, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diharapkan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG sebagai lembaga yang berwenang dalam pemantauan aktivitas gempa bumi dan tsunami di Indonesia. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews