CIANJUR – Getaran gempa bumi bermagnitudo 5,4 yang berpusat di wilayah Kabupaten Sukabumi pada Jumat (13/03/2026) dini hari turut dirasakan oleh warga di Kabupaten Cianjur. Meski tidak menimbulkan guncangan kuat, sejumlah warga mengaku merasakan getaran yang cukup lama sehingga sempat menimbulkan kepanikan ringan.
Peristiwa gempa tersebut terjadi sekitar pukul 02.18 WIB dan getarannya menjalar ke sejumlah wilayah di Jawa Barat. Beberapa warga Cianjur mengaku terbangun atau terkejut karena merasakan benda-benda di sekitar mereka bergoyang.
Salah seorang warga Kelurahan Sayang, Cianjur, Nadia Safitri (37), menuturkan bahwa ia merasakan getaran saat sedang menyiapkan makanan sahur. Saat itu, ia melihat pakaian yang digantung di tiang jemuran mulai bergerak perlahan.
“Guncangannya tidak langsung menghentak begitu, tapi terasa pelan dan lumayan lama, sampai bergoyang-goyang, kaget juga,” ucapnya, Jumat (13/03/2026) pagi.
Menurut Safitri, meski kekuatan gempa tidak terasa terlalu besar, durasi getaran membuat dirinya langsung teringat pada peristiwa gempa besar yang pernah melanda Cianjur sebelumnya. Pengalaman tersebut membuat sebagian warga masih menyimpan rasa trauma ketika merasakan getaran gempa, meskipun skalanya lebih kecil.
“Meski tidak terlalu kencang, tapi cukup terasa. Kalau kejadian seperti ini, selalu ingat gempa yang Cianjur dulu, masih ada trauma,” ucapnya.
Getaran serupa juga dirasakan Ramdani (35), warga Kelurahan Pamoyanan, Cianjur. Ia mengatakan bahwa dirinya sedang tertidur di kursi saat tiba-tiba merasakan tubuhnya bergoyang.
“Kaget, saya kira ada apa, ternyata gempa. Lumayan terasa guncangannya,” ujar Ramdani.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur memastikan hingga saat ini belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan pihaknya segera melakukan pemantauan setelah menerima informasi mengenai gempa yang berpusat di Sukabumi itu.
“Meski getaran gempa sempat dirasakan warga di sejumlah wilayah di Cianjur, namun belum ada laporan mengenai korban maupun kerusakan bangunan,” kata Asep.
BPBD Cianjur juga langsung menginstruksikan petugas di tingkat kecamatan dan desa untuk melakukan pengecekan kondisi di lapangan. Pemantauan difokuskan pada wilayah selatan Cianjur yang dinilai lebih dekat dengan sumber getaran.
“Kami juga langsung instruksikan jajaran di lapangan untuk melakukan asesmen, terutama di wilayah selatan Cianjur, termasuk pemantauan melalui call center,” ujar Asep melalui pesan singkat, Jumat (13/03/2026) pagi.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa berkekuatan magnitudo 5,4 terjadi pada koordinat 8,04 derajat Lintang Selatan dan 106,86 derajat Bujur Timur. Episenter gempa berada sekitar 121 kilometer tenggara Sukabumi dengan kedalaman 53 kilometer.
Dari hasil analisis seismologi, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik di wilayah selatan Jawa.
Getaran gempa tidak hanya dirasakan di Sukabumi dan Cianjur, tetapi juga dilaporkan terasa hingga sejumlah daerah lain di Jawa Barat dan Banten. Beberapa wilayah yang merasakan getaran di antaranya Tasikmalaya, Ciamis, serta Bayah di Banten.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap mengikuti informasi resmi dari instansi terkait guna menghindari kepanikan yang tidak perlu.
Hingga Jumat pagi, situasi di wilayah Cianjur dilaporkan masih aman dan aktivitas warga kembali berjalan normal. []
Diyan Febriana Citra.

