Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Boalemo Gorontalo Pagi Ini

Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Boalemo Gorontalo Pagi Ini

Bagikan:

GORONTALO – Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah. Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,0 pada Rabu pagi (14/01/2026). Guncangan tersebut tercatat terjadi pada pukul 07.36 WIB dan bersumber dari gempa berkedalaman menengah, sehingga dirasakan ringan hingga sedang oleh sebagian masyarakat di sekitar pusat gempa.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut tergolong sebagai gempa dangkal dengan kedalaman 55 kilometer. Episenter gempa berada di laut, tepatnya di koordinat 0,78 Lintang Utara dan 122,45 Bujur Timur, atau sekitar 30 kilometer timur laut Kabupaten Boalemo, Gorontalo.

BMKG menyampaikan informasi kejadian gempa tersebut melalui kanal resminya tak lama setelah peristiwa terjadi. Informasi awal ini bertujuan memberikan peringatan dini kepada masyarakat sekaligus menjadi rujukan awal bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pemantauan lanjutan.

“Gempa Mag:4.0, 14-Jan-2026 07:36:47WIB, Lok:0.78LU, 122.45BT (30 km TimurLaut BOALEMO-GORONTALO), Kedlmn:55 Km,” tulis BMKG dalam keterangannya dikutip Rabu (14/01/2026).

Gempa berkekuatan magnitudo 4,0 umumnya tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan. Namun, guncangan dapat dirasakan oleh warga yang berada dekat pusat gempa, terutama di wilayah pesisir dan permukiman yang memiliki struktur bangunan sederhana. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

BMKG menegaskan bahwa pemantauan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas susulan yang berpotensi membahayakan masyarakat. Meski demikian, warga diimbau tetap waspada, khususnya terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, meskipun peluangnya relatif kecil.

Wilayah Gorontalo dan sekitarnya memang dikenal sebagai salah satu kawasan yang aktif secara tektonik. Kondisi ini disebabkan oleh pertemuan dan pergerakan sejumlah lempeng bumi di sekitar kawasan Sulawesi, yang kerap memicu aktivitas gempa bumi dengan magnitudo kecil hingga menengah. Oleh karena itu, edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana gempa menjadi hal penting yang terus didorong oleh pemerintah dan lembaga terkait.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi mengenai gempa bumi dan potensi dampaknya hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG dan instansi pemerintah terkait.

“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.

Pemerintah daerah setempat diharapkan tetap siaga dan melakukan koordinasi dengan aparat desa serta relawan kebencanaan untuk memastikan kondisi masyarakat aman dan terkendali. Masyarakat juga diminta memastikan lingkungan sekitar tetap aman, terutama dengan menghindari bangunan retak atau struktur yang berpotensi roboh apabila terjadi gempa susulan.

Dengan tidak adanya laporan kerusakan hingga saat ini, situasi di Kabupaten Boalemo dilaporkan relatif kondusif. Namun, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya di wilayah rawan gempa seperti Gorontalo. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews