PARIAMAN – Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah barat Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya gempa bumi yang mengguncang kawasan barat daya Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, pada Senin, (02/02/2026), pagi hari. Gempa tersebut tercatat terjadi pada pukul 05.20 WIB dan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Sumatera Barat hingga Kepulauan Mentawai.
BMKG mencatat kekuatan gempa berada pada magnitudo 4,4. Getaran ini bersumber dari aktivitas tektonik di laut yang berada cukup jauh dari pusat permukiman, namun tetap dapat dirasakan oleh warga di beberapa daerah. Pusat gempa diketahui berada di wilayah perairan barat daya Pariaman, dengan jarak sekitar 77 kilometer dari daratan.
Berdasarkan data resmi, gempa tersebut memiliki kedalaman 23 kilometer. Kedalaman ini termasuk kategori dangkal, sehingga getarannya masih dapat dirasakan di berbagai wilayah meskipun magnitudonya tidak tergolong besar. Lokasi pusat gempa berada pada koordinat 1,17 Lintang Selatan dan 99,69 Bujur Timur, yang menempatkan sumber gempa di zona perairan Samudra Hindia.
Wilayah Pariaman sendiri merupakan salah satu kota pesisir di Provinsi Sumatera Barat yang terletak di pantai barat Pulau Sumatera. Secara geografis, Kota Pariaman berada sekitar 56 kilometer dari Kota Padang dan berjarak sekitar 25 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau. Letaknya yang berdekatan dengan zona subduksi menjadikan kawasan ini rawan aktivitas gempa bumi.
BMKG dalam pembaruan informasinya menyebutkan bahwa getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Kota Padang, Kota Pariaman, Lubuk Basung, hingga Kepulauan Mentawai. Intensitas getaran yang dirasakan masyarakat berada pada skala II–III MMI, yang berarti gempa dirasakan oleh sebagian orang di dalam bangunan, namun belum menimbulkan dampak kerusakan signifikan.
Informasi resmi terkait gempa ini disampaikan langsung oleh BMKG melalui akun media sosial X (Twitter) resminya, @infoBMKG. Dalam unggahan tersebut, BMKG menuliskan secara rinci data gempa yang terjadi.
“#Gempa (UPDATE) Mag:4.4, 02-Feb-26 05:20:41 WIB, Lok:1.17 LS, 99.69 BT (Pusat gempa berada di laut 77 km Barat Daya Pariaman), Kedlmn:23 Km Dirasakan (MMI) II-III kota Padang, II-III Kota Pariaman, II-III Lubuk Basung, II-III Kep. Mentawai #BMKG,” tulis BMKG di laman X resmi @infoBMKG.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG juga tidak mengeluarkan peringatan tsunami, mengingat magnitudo dan karakteristik gempa tidak berpotensi memicu gelombang laut besar.
Sebagai lembaga pemerintah nonkementerian, BMKG memiliki peran strategis dalam memantau dan menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat. Selain gempa bumi, BMKG juga bertugas memberikan peringatan dini cuaca ekstrem, informasi iklim, kualitas udara, serta potensi bencana alam lainnya.
Peristiwa gempa di barat daya Pariaman ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa, khususnya di kawasan pesisir barat Sumatera. Edukasi mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, serta akses informasi resmi menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana alam di masa mendatang. []
Diyan Febriana Citra.

