JEMBER – Gempa bumi berkekuatan menengah kembali mengguncang wilayah selatan Jawa Timur. Kali ini, getaran dirasakan di Kabupaten Jember dan sekitarnya pada Senin (12/01/2026) siang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.43 WIB dan tercatat sebagai gempa dangkal yang bersumber dari aktivitas seismik di laut.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4,4 dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada cukup jauh dari daratan, yakni di laut pada koordinat 10,21 Lintang Selatan dan 113,51 Bujur Timur atau sekitar 224 kilometer barat daya Kabupaten Jember.
BMKG menjelaskan informasi tersebut melalui kanal resminya sesaat setelah gempa terjadi.
“Gempa Mag:4.4, 12-Jan-2026 11:43:43WIB, Lok:10.21LS, 113.51BT (224 km BaratDaya JEMBER-JATIM), Kedlmn:10 Km,” tulis BMKG dalam keterangannya dikutip Senin (12/01/2026).
Meskipun bermagnitudo relatif kecil, gempa dangkal umumnya dapat dirasakan oleh masyarakat di wilayah tertentu, terutama jika berada dekat permukiman pesisir. Namun hingga laporan ini disusun, BMKG menyatakan belum menerima informasi terkait dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Kondisi ini menjadi kabar yang melegakan, terutama bagi masyarakat Jember dan wilayah pesisir Jawa Timur yang kerap waspada terhadap aktivitas gempa. Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan terus mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang.
Hingga kini, BMKG menyebut belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat guncangan gempa tersebut. Meskipun begitu, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Sebagai bagian dari prosedur penyampaian informasi awal kebencanaan, BMKG juga menekankan bahwa data gempa yang dirilis bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data tambahan dari jaringan pemantauan seismik nasional maupun internasional.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, khususnya yang beredar di media sosial. Warga diminta hanya mengacu pada sumber resmi dan tetap mematuhi arahan pemerintah daerah serta aparat setempat apabila terjadi perkembangan lanjutan.
Gempa di wilayah selatan Jawa Timur bukanlah kejadian yang terisolasi. Secara geologis, kawasan tersebut memang berada di zona subduksi pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, yang menjadikannya rawan aktivitas gempa bumi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan literasi kebencanaan menjadi hal penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
BMKG juga kembali mengingatkan pentingnya langkah mitigasi mandiri, seperti memastikan bangunan aman gempa, mengetahui jalur evakuasi, serta tidak panik apabila terjadi guncangan serupa di kemudian hari. Dengan kesiapan dan informasi yang tepat, risiko dampak gempa dapat diminimalkan. []
Diyan Febriana Citra.

