JEMBER – Aktivitas seismik kembali terjadi di wilayah selatan Jawa Timur. Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,5 tercatat mengguncang Kabupaten Jember dan sekitarnya pada Jumat (09/01/2026) dini hari. Guncangan tersebut terjadi sekitar pukul 02.16 WIB, saat sebagian besar warga tengah beristirahat, sehingga menimbulkan kekhawatiran di sejumlah wilayah yang merasakan getaran.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut, sekitar 250 kilometer arah tenggara dari Kabupaten Jember. Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer, yang tergolong sebagai gempa dangkal. Jenis gempa dengan kedalaman relatif rendah ini umumnya dapat dirasakan di wilayah daratan meskipun pusatnya berada cukup jauh dari garis pantai.
BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Hingga laporan ini disusun, belum terdapat informasi resmi mengenai adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Sejumlah warga di Jember dan daerah sekitar dilaporkan merasakan getaran ringan hingga sedang. Beberapa warga sempat terbangun dari tidur akibat guncangan yang berlangsung singkat. Namun, aktivitas masyarakat secara umum kembali normal setelah gempa mereda.
Wilayah selatan Jawa Timur memang dikenal sebagai kawasan yang rawan gempa karena berada di dekat zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Pergerakan lempeng tektonik di kawasan ini kerap memicu gempa bumi dengan berbagai skala kekuatan. Oleh karena itu, BMKG secara rutin mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana geologi.
Pemerintah daerah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan pemantauan pascagempa. Petugas disiagakan untuk menerima laporan dari masyarakat apabila ditemukan dampak kerusakan atau kejadian lain yang berkaitan dengan gempa tersebut. Hingga kini, belum ada laporan resmi yang masuk terkait kerusakan infrastruktur maupun gangguan layanan publik.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar memastikan kondisi bangunan tempat tinggal dalam keadaan aman, terutama jika terdapat retakan atau kerusakan struktural. Selain itu, warga diminta untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Informasi resmi terkait gempa bumi hanya dikeluarkan oleh BMKG dan instansi terkait lainnya.
Sebagai langkah mitigasi, masyarakat di wilayah rawan gempa diharapkan memahami prosedur penyelamatan diri saat terjadi guncangan, seperti berlindung di bawah struktur yang kuat dan menjauhi benda-benda yang berpotensi jatuh. Edukasi kebencanaan dinilai penting untuk meminimalkan risiko apabila gempa dengan kekuatan lebih besar terjadi di kemudian hari.
BMKG menegaskan bahwa aktivitas gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Namun, pemantauan terus dilakukan melalui jaringan sensor seismik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Informasi terbaru terkait perkembangan aktivitas seismik di wilayah Jawa Timur akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tidak panik, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. []
Diyan Febriana Citra.

