Gunung Ile Lewotolok Meletus 38 Kali, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Gunung Ile Lewotolok Meletus 38 Kali, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Bagikan:

LEMBATA — Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan intensitas tinggi. Gunung api yang saat ini berstatus Level III (Siaga) tercatat mengalami 38 kali letusan dalam rentang waktu enam jam, yakni pada Selasa (27/01/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 Wita. Setiap letusan disertai lontaran material lava pijar yang mengarah ke sejumlah sektor di sekitar gunung.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, aktivitas erupsi tersebut terjadi dalam kondisi cuaca yang relatif mendukung pengamatan visual. Langit di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan, dengan arah angin bertiup lemah sampai sedang ke arah timur. Kondisi tersebut memungkinkan petugas memantau sebaran material vulkanik secara lebih jelas.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, menjelaskan bahwa letusan yang terjadi memiliki karakteristik serupa dengan aktivitas sebelumnya, namun tetap perlu diwaspadai karena berpotensi membahayakan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.

“38 letusan dengan amplitudo 13,6-23 milimeter dan durasi 32-36 detik. Erupsi disertai lontaran material pijar ke sektor selatan dan tenggara 100-200 meter dari pusat aktivitas,” kata Yeremias dalam keterangan resmi, Rabu pagi.

Selain erupsi, Yeremias menyebutkan bahwa aktivitas vulkanik lain juga masih terpantau cukup signifikan. Selama periode pengamatan yang sama, tercatat sebanyak 85 kali embusan dan satu kali gempa vulkanik dangkal. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan magma di dalam tubuh gunung masih aktif dan berpotensi memicu aktivitas lanjutan.

Dengan kondisi tersebut, pihak berwenang kembali menegaskan larangan beraktivitas di zona berbahaya. Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Ile Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, diminta untuk tidak memasuki area dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung.

“Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok,” imbuhnya.

Imbauan kewaspadaan juga mencakup potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan. Masyarakat diminta menggunakan masker atau pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar rumah, serta mengenakan perlindungan tambahan untuk mata dan kulit guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan.

“Serta menutup tempat penampungan air bersih yang disebabkan oleh paparan abu vulkanik,” tandasnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas Gunung Ile Lewotolok. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala kepada pemerintah daerah dan masyarakat sebagai dasar pengambilan langkah mitigasi.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga diharapkan terus melakukan sosialisasi dan memastikan warga mematuhi rekomendasi keselamatan. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung api secara tiba-tiba. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews