LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat. Pada Selasa (26/08/2025) dini hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak hingga dua kilometer. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat di sekitar lereng gunung untuk selalu menjaga jarak aman dan mematuhi imbauan petugas.
Laporan pos pantau PVMBG mencatat, dalam kurun waktu 24 jam terakhir Semeru mengalami guguran lava sejauh 800 hingga 2.000 meter ke arah tenggara. Selain itu, terjadi 15 kali letusan dengan kolom abu dan lontaran material pijar setinggi 300 hingga 1.000 meter mengarah ke barat daya.
Meski intensitas aktivitas meningkat, hingga kini belum ada laporan dampak langsung yang signifikan terhadap warga. Status Semeru masih bertahan di level II atau Waspada. Kendati demikian, PVMBG menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh lengah karena potensi bahaya bisa terjadi sewaktu-waktu.
Petugas pos pantau, Sigit Rian Alfian, mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya. “Tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga jarak minimal delapan kilometer dari pusat erupsi serta menghindari daerah aliran sungai yang berpotensi dilalui material vulkanik.
“Warga tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” tambah Sigit.
Bagi masyarakat sekitar, himbauan ini menjadi pengingat penting akan risiko bencana yang setiap saat bisa mengancam. Aktivitas sehari-hari, termasuk mencari nafkah, kerap membuat warga tetap bertahan meski tinggal di zona rawan. Namun, PVMBG menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, bukan hanya keberlangsungan ekonomi.
Kondisi ini menunjukkan tantangan besar dalam mitigasi bencana, yakni bagaimana meyakinkan masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi batas aman. Edukasi serta penyebaran informasi terkini melalui kanal resmi PVMBG diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih disiplin menghadapi aktivitas vulkanik Semeru.
Gunung Semeru yang memiliki sejarah erupsi cukup sering ini menjadi pengingat bahwa bencana alam tidak bisa diprediksi dengan pasti. Setiap kali terjadi peningkatan aktivitas, risiko aliran lava, awan panas, maupun hujan abu dapat mengancam keselamatan penduduk. Karena itu, mengikuti arahan petugas dan menjaga jarak aman dari kawasan rawan bukan hanya imbauan formal, melainkan langkah nyata untuk menyelamatkan diri.
Dengan status Waspada yang masih berlaku, masyarakat diharap terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap enteng aktivitas gunung. Keberadaan Semeru sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia menuntut kesadaran bersama bahwa keselamatan adalah prioritas utama di tengah potensi ancaman bencana. []
Diyan Febriana Citra.