Hampir 100 Warga Wosi Manokwari Dievakuasi Akibat Debit Air Naik

Hampir 100 Warga Wosi Manokwari Dievakuasi Akibat Debit Air Naik

Bagikan:

MANOKWARI – Hampir 100 warga di kawasan Wosi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dievakuasi pada Selasa (07/04/2026) malam menyusul kenaikan debit air yang signifikan dan berpotensi memicu banjir lebih luas. Tim gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari bersama sejumlah instansi terkait masih bersiaga di lapangan hingga menjelang tengah malam untuk memastikan keselamatan warga dan memantau perkembangan kondisi air.

Evakuasi dilakukan setelah warga melaporkan kenaikan debit air di wilayah permukiman. Hingga pukul 22.35 Waktu Indonesia Timur (WIT), tercatat hampir seratus jiwa telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, dengan prioritas penanganan terhadap kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), ibu hamil, anak-anak, dan warga yang memiliki gangguan kesehatan, sebagaimana dilansir Papua Star, Selasa (07/04/2026).

Kepala Sub Seksi (Kasubsie) Operasi dan Siaga Kantor SAR Manokwari, Reza Afriyanto, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan dua tim Search and Rescue Unit (SRU) begitu menerima laporan masyarakat.

“Kami telah menerjunkan dua tim SRU (Search and Rescue Unit) ke lokasi terdampak di Wosi. Fokus utama evakuasi malam ini adalah kelompok rentan, yaitu lanjut usia (lansia), wanita hamil, anak-anak, serta warga dengan gangguan kesehatan,” ujar Reza Afriyanto dalam keterangannya di lokasi.

Operasi kemanusiaan tersebut melibatkan sinergi lintas instansi, terdiri atas Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manokwari, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Selain warga yang dievakuasi langsung oleh tim gabungan, sejumlah warga lainnya juga dilaporkan melakukan evakuasi mandiri ke dataran yang lebih tinggi guna menghindari risiko luapan air.

Untuk penanganan sementara, para penyintas diarahkan ke dua titik pengungsian utama, yakni Gereja Efrata Wosi dan Kantor Lurah Wosi. Di lokasi tersebut, petugas mulai menyiapkan bantuan logistik awal serta kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

“Kami terus siaga di lapangan. Selain evakuasi, tim juga memantau kondisi debit air secara berkala. Kami menghimbau masyarakat yang masih berada di rumah untuk tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi medis maupun darurat,” tutup Reza.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh unsur gabungan masih melakukan pemantauan intensif terhadap cuaca dan fluktuasi debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa