Hari Kedelapan, Pencarian Pelatih Valencia di Perairan Pulau Padar Berlanjut

Hari Kedelapan, Pencarian Pelatih Valencia di Perairan Pulau Padar Berlanjut

Bagikan:

LABUAN BAJO – Upaya pencarian terhadap pelatih Tim B Putri Valencia dan dua anaknya yang dilaporkan hilang akibat tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, terus dilanjutkan. Memasuki hari kedelapan pencarian, Jumat (02/01/2026), tim SAR gabungan kembali bergerak sejak pagi untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi terakhir para korban.

Pantauan di Pelabuhan Marina Labuan Bajo menunjukkan suasana haru saat kapal tim SAR bersiap berangkat menuju lokasi pencarian pada pukul 07.25 WITA. Sejumlah anggota keluarga korban, termasuk istri pelatih Valencia serta kerabat yang datang dari Spanyol, tampak hadir di pelabuhan. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk memberikan dukungan moril kepada para petugas yang terlibat dalam operasi pencarian.

Istri pelatih Valencia terlihat berdiri tak jauh dari kapal Basarnas. Dengan raut wajah tegar, ia membungkukkan badan ke arah tim SAR yang perlahan meninggalkan pelabuhan. Gestur tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus harapan besar keluarga agar pencarian membuahkan hasil. Setelah kapal SAR bergerak menjauh, keluarga korban kemudian meninggalkan area pelabuhan.

Pencarian yang telah berlangsung lebih dari sepekan ini menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi arus laut yang kuat dan medan bawah laut yang kompleks di kawasan Taman Nasional Komodo. Meski demikian, upaya pencarian dipastikan tetap berlanjut setelah diputuskan untuk memperpanjang operasi selama tiga hari ke depan.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa perpanjangan operasi pencarian dilakukan atas permintaan Kedutaan Besar Spanyol serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo. Selain itu, ketersediaan peralatan tambahan juga menjadi pertimbangan utama.

“Atas permintaan dari kedutaan, KSOP, dan peralatan yang dikirim, operasi diperpanjang sampai tiga hari ke depan,” ujar Fathur.

Ia menyampaikan bahwa strategi pencarian dalam beberapa hari ke depan akan difokuskan pada pemanfaatan teknologi sonar untuk memetakan kondisi bawah laut. Apabila hasil pemetaan menunjukkan indikasi keberadaan korban, tim penyelam akan kembali diterjunkan.

“Untuk besok, kita fokus menggunakan sonar yang sudah disiapkan untuk melakukan pemetaan di bawah laut dan juga membaca arah arus yang akan dibantu ITB,” katanya.

Selain penyisiran bawah laut, tim SAR gabungan tetap melakukan pencarian di permukaan perairan sekitar Pulau Padar. Langkah ini dilakukan untuk memperluas kemungkinan temuan, mengingat dinamika arus laut yang dapat menggeser posisi korban.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KM Putri Sakinah bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 20.00 WITA dengan membawa 11 orang penumpang. Namun, sekitar 30 menit setelah berlayar, kapal mengalami mati mesin dan akhirnya tenggelam.

Sebanyak tujuh penumpang berhasil dievakuasi ke Labuan Bajo oleh tim SAR gabungan. Sementara itu, empat korban lainnya dinyatakan hilang. Mereka diketahui merupakan pelatih Tim B Putri Valencia bersama tiga anaknya. Hingga kini, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Selasa (30/12/2025), pihak keluarga menyampaikan duka mendalam dan mengonfirmasi wafatnya salah satu dari tiga anak yang sebelumnya dinyatakan hilang.

“Kami memohon doa Anda untuk mereka semua dan, jika memungkinkan, meminta agar identitas mereka dirahasiakan. Di saat-saat duka yang tak terlukiskan ini, kami meminta Anda untuk menghormati privasi keluarga kami,” tulis keluarga dalam salinan tertulis tersebut.

Keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang datang dari berbagai pihak, baik dari Indonesia maupun Spanyol. Mereka menegaskan akan tetap berada di Indonesia hingga seluruh korban ditemukan.

“Kami bersyukur atas semua dukungan yang kami terima, baik di Spanyol maupun Indonesia, dan kami percaya bahwa pencarian akan terus berlanjut. Kami tidak akan kembali ke Spanyol tanpa mereka berempat, bersama-sama. Terima kasih banyak,” imbuh keluarga. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews